10 Pemanah Terhebat dalam Mahabharata

357
0

Ajeg10 Pemanah Terhebat dalam Mahabharata. Dalam Perang Mahabharata di Kurukshetra, setiap jalannya pertempuran tidak terlepas dengan senjata panah dan keahlian dalam menggunakan Panah. Kita pasti sudah mengenal dengan Bhisma, Karna, Arjuna yang selalu menggunakan senjata panah sebagai senjata andalannya. (Baca juga 10 Pemain Gada Terhebat dalam Mahabharata)

Pada saat menggunakan panah, pasti tidak terlepas dengan penggunaan senjata Astra atau Senjata dari surga milik para dewa.

10 Pemanah Terhebat dalam Mahabharata

Berikut 10 Pemanah Terhebat dalam cerita Mahabharata. (Baca juga Senjata Astra, Senjata Dahsyat dari Surga)

10. Yudhistira

Selain menggunakan tombak sebagai senjata utamanya, Yudhisthira juga merupakan ksatria pemanah yang hebat.

9. Dhristadyumna

Dhristadyumna merupakan anak dari Drupada dan kakak dari Drupadi. Dia adalah panglima perang bagi pasukan Pandawa.

8. Bhima, Duryodhana.

Sebagai ksatria Gada yang hebat, Bhima juga menggunakan senjata panah. Bhima mampu menahan dan merepotkan Drona, Karna, Duryodhana dan lainnya pada saat pertempuran. Selain itu, Duryodhana juga merupakan ksatria yang menggunakan panah dalam pertempuran.

7. Drupada, Satyaki, Ashwathama

Drupada.

Drupada merupakan orang tua dari Shikhandi, Satyajit, Dhrishtadyumna, Draupadi. Drupada, juga dikenal sebagai Yagnasena, adalah tokoh dalam Mahābhārata. Putra Raja Prishata, dia adalah raja negeri Panchala Selatan. Ibukotanya dikenal sebagai Kampilya

Satyaki.

Yuyudhana, lebih dikenal sebagai Satyaki, adalah seorang ksatria hebat milik klan Vrishni dari Yadawa, yang juga merupakan milik Krishna. Menurut Purana, dia adalah cucu Shini dari klan Vrishni, dan putra Satyaka, yang namanya dia gunakan. Seorang pejuang yang gagah berani, Satyaki berbakti kepada Krishna dan merupakan murid Arjuna.

Ashwathama.

Ashwathama merupakan putra dari Guru Drona. Sebagaimana Bisma, Drona, Krepa, Karna, dan Arjuna, ia merupakan seorang ahli ilmu perang dan dipandang sebagai salah satu kesatria ulung pada masanya

6. Abimanyu

Abimanyu merupakan anak dari Arjuna dan Subhadra. Dia mendapatkan pelatihan dari para Yadava. Abimanyu mendapatkan pelatihan dari Pradyumna, Satyaki dan lain sebagainya. Pada saat terakhirnya, Abimanyu bertempur sendirian melawan banyak ksatria kurawa pada saat menerobos formasi Cakra Vyuha.

5. Ekalawya, Karna Raja Angga, Arjuna

Ketiga ksatria ini ditempatkan dalam posisi sejajar. Tetapi menurut beberapa pendapat, Karna memiliki ketrampilan memanah diatas Arjuna.

Ekalawya.

Ekalawya adalah seorang pangeran dari kaum Nishada dalam wiracarita Mahabharata. Kaum ini adalah persekutuan dari suku-suku pemburu dan manusia hutan (adivasi). Ia merupakan anak angkat dari Hiranyadanus, pemimpin kaum Nishada, dan merupakan sekutu Jarasanda. Ia memiliki kemampuan yang setara dengan Arjuna dalam ilmu memanah. Bertekad ingin menjadi pemanah terbaik di dunia, ia melamar sebagai murid Drona, tetapi ditolak.

Karna.

Karna merupakan salah satu murid dari Parashurama. Karna juga memperoleh Busur Vijaya dari Parashurama. Parashurama juga mengajarkan berbagai astra. Pada saat Virata Parwa, Karna hanya menggunakan Busur biasa untuk bertempur melawan Arjuna yang menggunakan busur Gandiva. (Baca juga Karna Raja Angga, Ksatria terbaik Anak Kunti)

Arjuna.

Semua orang sudah tahu siapa itu arjuna. Seorang pemanah hebat yang selalu bertempur dengan kemenangan ditangannya. Arjuna memiliki banyak senjata astra yang dipergunakan pada saat perang mahabharata. Arjuna juga dikenal akan kepandaiannya dan merupakan murid terbaik dari Guru Drona.

4. KripaCharya

Kripa atau Kripacharya adalah salah satu tokoh penting dalam epic Mahabharata. Kripacharya adalah awatara keempat dari Brahma. Dia adalah ksatria hebat dalam perang Kurukshetra.

Menurut Udyoga Parwa dalam Mahabharata, Bhisma menyebutkan bahwa Kripa adalah Maharathi hebat. Ksatria hebat yang memiliki kemampuan bertarung melawan 60.000 prajurit secara bersamaan. Berhati-hati dalam penguasaannya atas semua bentuk senjata dan keterampilan tempur.

3. DronaCharya

Dronacharya merupakan putra dari “Rishi Bharadwaja” yang merupakan salah satu dari sapta rsi. Dronacharya juga merupakan murid dari Parashurama. Dronacharya menjadi guru dari parapangeran kuru. Dia mengajarkan seni berperang kepada para Pandawa dan Kurawa. Dronacharya mengajarkan berbagai seni untuk berperang, baik itu teknik berperang, penguasaan segala macam senjata dan tentu saja penguasaan tentang ilmu memanah dan berbagai senjata astra.

2. Bisma Dewa Brata

Kita semua tahu siapa itu Bhisma yang biasa kita kenal dengan sebutan Kakek Bhisma. Bhisma merupakan murid terbaik dari Parashurama. Seorang ksatria hebat yang mengerikan jika bertempur. Bhisma juga memiliki anugerah hanya akan mati atas kemauannya sendiri.

1. Parasurama

Parashurama adalah awatara ke-6 menurut dasha awatara. Parashurama merupakan guru dari ksatria panah terhebat seperti Bhisma, Dronacharya, Drupada, Karna dan lain sebagainya.
Parashurama memberikan ajarannya kepada para ksatria Mahabharata dalam penguasaan berbagai senjata Astra Dewata. Tetapi sayangnya Parashurama mengutuk Karna agar tidak dapat menggunakan senjata astra pada saat-saat terakhirnya. (Baca juga 6 Fakta Menarik tentang Parashuram – Awatara ke-6 Wisnu)

Barbarika.

Ksatria lainnya yang mungkin menjadi perhatian adalah Barbarika. Menurut legenda, barbarika merupakan cucu dari Bhima dan anak dari Gatotkacha. Dengan hanya 3 anak panah yang disebut dengan teen baan, Barbarika mampu menyelesaikan pertempuran dalam 1 menit. Teen baan merupakan anak panah anugerah dari Dewa Siwa. Tetapi kemampuannya tidak dapat dipakai saat pertempuran.

Tonton juga 10 Ksatria Gada Terhebat dalam Wiracarita Mahabharata

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here