30 Ramalan Jayabaya Yang Akan Terjadi

154
0

Ajeg30 Ramalan Jayabaya Yang Akan Terjadi. Maharaja Jayabhaya adalah Raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157. Nama gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.

Pemerintahan Jayabhaya dianggap sebagai masa kejayaan Kediri. Peninggalan sejarahnya berupa prasasti Hantang (1135), prasasti Talan (1136), dan prasasti Jepun (1144), serta Kakawin Bharatayuddha (1157).

Baca juga Ramalan Sabda Palon

Pada prasasti Hantang, atau biasa juga disebut prasasti Ngantang, terdapat semboyan Panjalu Jayati, yang artinya Kediri menang. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk desa Ngantang yang setia pada Kediri selama perang melawan Jenggala.

Ramalan Jayabaya, adalah ramalan tentang keadaan Nusantara di suatu masa pada masa datang. Dalam Ramalan Jayabaya itu dikatakan, akan datang satu masa penuh bencana.

Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai, akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas.

Baca juga Kenapa Pulau Bali disebut dengan Nama Bali

Tapi, setelah masa yang paling berat itu, akan datang zaman baru, zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman Keemasan Nusantara. Dan zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil, atau Satria Piningit.

Ramalan Jayabaya ditulis ratusan tahun yang lalu, oleh seorang raja yang adil dan bijaksana di Mataram. Raja itu bernama Prabu Jayabaya (1135-1159). Ramalannya kelihatannya begitu mengena dan bahkan masih diperhatikan banyak orang ratusan tahun setelah kematiannya. Bung Karno pun juga merasa perlu berkomentar tentang ramalan ini.

“Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya “Ratu Adil”, apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat ? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu, tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan, tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap “Kapan, kapankah Matahari terbit?”. (Soekarno, 1930, Indonesia Menggugat)

Baca juga 9 Sekte atau Aliran Agama Hindu di Bali

30 Ramalan Jayabaya Yang Akan Terjadi

Berikut ramalan Prabu Jayabaya yang menyebutkan bahwa tahun 2021 merupakan tahun kalasuroto atau tahun suryo yang akan terjadi kiamat sugra, mari kita simak bersama:

1. Wong kang laku olo munggah pangkat
Wong kang laku olo munggah pangkat, memiliki arti, akan banyak sekali orang jahat yang akan naik pangkat.

2. Wong cilik akeh kang kepencil,
Wong cilik akeh kang kepencil, memiliki arti, banyak sekali rakyat kecil yang tersingkir

3. Wong kang mulyo di kunjoro,
memiliki arti, banyak orang yang mulia malah di penjara

4. Kang curang garang,
Kang curang garang, memiliki arti, orang yang berlaku curang malah berkuasa

5. Wong kang jujur malah ajur,
Wong kang jujur malah ajur, memiliki arti, orang yang jujur malah menerima nasib sengsara

Baca juga Masa Prasejarah di Bali

6. Akeh rondo kang ngalairaken anak,
Akeh rondo kang ngalairaken anak, memiliki arti, banyak sekali janda yang melahirkan bayi

7. Akeh sanget jabang bayi kang lair goleki bapake,
Akeh sanget jabang bayi kang lair goleki bapake, memiliki arti, akan banyak anak bayi yang mencari siapa bapaknya

8. Agomo akeh kang nentang,
Agomo akeh kang nentang, memiliki arti, banyak orang yang menentang agama

9. Pri kamanungsang soyo ilang,
Pri kamanungsang soyo ilang, memiliki arti, hildangnya rasa perikemanusiaan

10. Omah suci okeh di benci,
Omah suci okeh di benci, memiliki arti, banyak orang yang menjauhi rumah suci (Ibadah)

Baca juga Kenapa Bali Lebih Terkenal Dari Indonesia? Ini Sejarahnya

11. Omah olo malah soyo di ujo,
Omah olo malah soyo di ujo, memiliki arti, tempat maksiat malah di puja dan banyak yang mendatangi

12. Wong wadon lacur keleleran nengendi-endi,
Wong wadon lacur keleleran nengendi-endi, memiliki arti, banyak perempuan yang menjadi pelacur

13. Akeh sanget laknat,
Akeh sanget laknat, memiliki arti, akan muncul banyak sekali kutukan

14. Akeh penghianat,
Akeh penghianat, memiliki arti, banyak orang yang akan berbuat khianat

15. Akeh anak kang mangan bapak,
Akeh anak kang mangan bapak, memiliki arti, akan banyak anak yang berani melawan orang tuanya (Bapak)

Baca juga Kerajaan Hindu Nusantara, Kerajaan Kendan

16. Sedulur mangan sedulur,
Sedulur mangan sedulur, memiliki arti, saudara makan saudara (tidak rukun)

17. Konco dadi musuh,
Konco dadi musuh, memiliki arti, kawan jadi musuh

18. Guru disatru,
Guru disatru, memiliki arti, banyak guru dimusuhi

19. Tonggo podo curigo,
Tonggo podo curigo, memiliki arti, tetangga saling curiga

20. Pedagang akeh sing kapelarang,
Pedagang akeh sing kapelarang, memiliki arti, pedagang banyak yang tenggelam

21. Wong main akeh sing dadi,
Wong main akeh sing dadi, memiliki arti, penjudi banyak meraja lela

22. Akeh barang harom,
Akeh barang harom, memiliki arti, banyak barang haram

23. Akeh anak harom,
Akeh anak harom, memiliki arti, banyak anak haram

Baca juga Sejarah, Kenapa Bali Tetap Hindu Hingga Sekarang

24. Wong wadon ngelamar wong lanang,
Wong wadon ngelamar wong lanang, memiliki arti, banyak perempuan yang melamar laki-laki

25. Wong lanang nasurake drajate dewe,
Wong lanang nasurake drajate dewe, memiliki arti, laki-laki menghina derajatnya sendiri

26. Akeh barang-barang mlebu luang,
Akeh barang-barang mlebu luang, memiliki arti, banyak barang-barang yang terbuang

27. Akeh wong kaliren len wudo,
Akeh wong kaliren len wudo, memiliki arti, banyak orang lapar dan telanjang

28. Wong tuku nglengik sing dodol,
Wong tuku nglengik sing dodol, memiliki arti, pembeli membujuk penjual

29. Sing dodol akal okol,
Sing dodol akal okol, memiliki arti, banyak penjual membujuk penjual

30. Wong nggolek pangan koyo gabah diinteri,
Wong nggolek pangan koyo gabah diinteri, memiliki arti, mencari rezeki ibarat gabah di tampah

Tonton juga Ramalan Sabda Palon Noyo Genggong. Sabda Palon Nagih Janji 2021-2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here