Home Ajaran Hindu 9 Sekte Yang Pernah Ada Di Bali

9 Sekte Yang Pernah Ada Di Bali

113
0
9 Sekte Yang Pernah Ada Di Bali
9 Sekte Yang Pernah Ada Di Bali

Ajeg.org9 Sekte Yang Pernah Ada Di Bali. Selain di India, Agama Hindu di Bali juga terdapat Sekte (Aliran) atau Kelompok pemujaan dalam Agama Hindu. Agama Hindu di Indonesia khususnya Agama Hindu di Bali juga memiliki berbagai Sekte yang dianut oleh berbagai orang pada jamannya.

Menurut seorang peneliti kebudayaan Bali, Dr. R Goris, di Bali ada sembilan sekta yang pernah ada.

Sekte ini digolongkan berdasarkan pemujaan kepada dewa-dewa tertentu yang dianggap sebagai dewa utama.

Saat pemerintahan Dharma Udayana di Bali, oleh Mpu Kuturan bertempat di Pura Samuan Tiga, sekte-sekte ini pun disatukan dengan menghasilkan keputusan yang disebut Tri Sadaka dan Kahyangan Tiga.

Hingga saat ini ada banyak peninggalan sekte ini yang masih digunakan oleh masyarakat Bali.

1. Sekte Bhairawa

Sekta Bhairawa merupakan salah satu sekta yang pernah ada di Bali, dimana penganutnya memuja Dewi Durga di Pura Dalem.

Sekte ini sangat identik dengan kekuatan magis yang juga ada menghubung-hubungkannya dengan ilmu pengeleakan.

Hingga saat ini, peninggalan sekte ini yang masih dipergunakan yakni adanya banten segehan, caru, dan masakan Bali yakni lawar yang terbuat dari daging cincang, kelapa parut, dan ada pula yang menggunakan darah mentah.

Dalam sekta ini ada yang disebut dengan Panca Tatwa yakni mada atau alkohol, mangsa atau daging, matsya atau ikan, mudra atau sikap tangan, dan maithuna atau persetubuhan.

2. Sekte Brahmana

Sekte ini memuja dewa utama yakni Dewa Agni atau Dewa Api yang juga identik dengan Dewa Brahma.

Salah satu bentuk pemujaannya yakni pelaksanaan agni hotra.

Salah satu peneliti tentang kebudayaan Bali, Dr. R. Goris menyebutkan jika sekta ini di Bali luluh dengan sekte Siwa Sidhanta.

3. Sekte Siwa Sidhanta

Pemujaan sekte ini di Bali dilakukan pada Tri Purusa yaitu Siwa, Sada Siwa, dan Parama Siwa.

Penganut ini meyakini Tuhan adalah Siwa dan dewa-dewa lainnya merupakan manifestasi dari Siwa.

Ada tiga kerangka utama yang ditekankan dalam sekte ini yakni tatwa (filsafat), susila (etika), dan upacara (ritual).

4. Sekta Waisnawa

Sekte ini melakukan pemujaan kepada Dewa Wisnu dengan saktinya Dewi Sri sebagai dewi kemakmuran.

Bukti adanya sekte ini yakni dikenal luasnya Awatara Wisnu untuk menyelamatkan dunia.

Awatara merupakan perwujudan Dewa Wisnu dengan mengambil wujud makhluk bumi untuk menyelamatkan dunia.

Dikenal ada 10 awatara dan yang baru turun ke dunia sebanyak sembilan, dan satu lagi yakni Kalki Awatara yang dikatakan akan turun saat akhir jaman Kaliyuga.

5. Sekte Pasupata

Sekte ini juga melakukan pemujaan kepada Siwa.

Namun pemujaannya dengan menggunakan lingga dan termasuk lingga yoni.

Hingga sekarang di beberapa tempat masih ditemukan peninggalan berupa lingga yoni.

6. Sekte Bodha

Sekte Bodha atau Sogatha di Bali dibuktikan dengan adanya stupika seperti yang ditemukan di Pejeng, Gianyar.

Juga ada arca Boddhisatwa Padmapani di Pura Galang Sanja-Pejeng, arca Boddha di Gua Gajah dan tempat lainnya.

Sekte ini juga mempengaruhi pelaksanaan upacara Hindu di Bali yakni adanya penggunaan uang kepeng atau pis bolong.

7. Sekte Rsi

Ini merupakan kelompok pertapa di hutan, pegunungan, maupun di dalam goa.

Di Bali, menurut Dr. R. Goris di Bali Rsi adalah seorang Dwijati yang bukan berasal dari Wangsa Brahmana.

8. Sekte Sora

Sekte ini melakukan pemujaan terhadap Dewa Surya atau Dewa Matahari.

Pemujaan ini masih ada hingga kini yang disebut Nyuryasewana yang biasanya dilakukan oleh para pendeta.

Suryasewana ini dilakukan pada pagi hari saat matahari baru terbit di ufuk timur.

Selain itu, ada pula pemujaan terhadap Dewa Surya dalam setiap upacara dimana Beliau merupakan saksi atau upasaksi pelaksanaan upacara.

Juga ada bangunan sanggah surya.

9. Sekte Ganapati

Sekte ini melakukan pemujaan pada Dewa Ganesa atau Dewa Gana.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya banyak arca Dewa Ganesa di Bali.

Bahkan masyarakat Bali kini banyak yang memasang patung Dewa Ganesa di rumah mereka.

Fungsinya yakni sebagai pelindung dan penolak gangguan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here