Home Video Apa Itu Pura? Kenapa Di Bali Disebut Pura? Ini Asal Usulnya

Apa Itu Pura? Kenapa Di Bali Disebut Pura? Ini Asal Usulnya

7
0

Apa Itu Pura? Kenapa Di Bali Disebut Pura? Ini Asal Usulnya

Pura merupakan tempat suci Umat Hindu. Pura biasanya didirikan di tempat yang sekelilingnya asri seperti laut, gunung, goa, hutan dan sebagainya. Penyebutan nama tempat suci dalam Ajaran Hindu tidak secara gamblang dan spesifik. Tempat suci atau pemujaan ini disebut dewalaya, dewasthana, dewal atau deul yang berarti rumah para dewa. Beberapa istilah tempat suci Umat Hindu di belahan bumi ini adalah:

 Mandir atau Mandira (Bahasa Hindi)
 Alayam atau Kovil (Bahasa Tamil)
 Dewasthana atau Gudi (Bahasa Kannada)
 Gudi, Dewalayam atau Kovela (Bahasa Telugu)
 Puja Pandai (Bahasa Bengali)
 Kshetram atau Ambalam (Bahasa Malayalam)
 Candi (Bahasa Jawa, merupakan bangunan kuno)

Tempat suci menurut Hindu mempunyai 2 pengertian yaitu tempat suci karena kondisi alam (sendirinya) dan tempat suci karena disucikan atau dibangun. Tempat suci karena sendirinya adalah puncak gunung, sumber mata air. Sedangkan tempat suci yang dibangun adalah Pura.

Arti Kata Pura

Kata ‘Pura’ berasal dari akhiran Bahasa Sansekerta (-pur, -puri, -pura, -puram, -pore) yang artinya kota, kota berbenteng, kota dengan menara atau istana. Dalam perkembangannya di Pulau Bali, istilah ‘Pura’ menjadi khusus untuk tempat ibadah, sedangkan kata ‘puri’ menjadi tempat tinggal bagi para raja dan bangsawan.

‘Pura’ yang berarti keraton atau istana raja, kata ini banyak dijumpai di Bali pada saat pemerintahan dallem Kresna Kepakisan, seperti Linggarsapura di Samprangan, Swecapura di Gelgel, Semarapura di Klungkung, Bandanapura di Badung), Kawyapura di Mengwi).

‘Pura’ sebagai tempat pemujaan dimulai pada jaman sebelum Dallem Kepakisan, Resi Markandeya mendirikan Pura Besakih. Pada abad XI Empu Kuturan mempopulerkan Pura dengan Pura Kahyangan Tiga (Pura Desa, Pura Pusheh dan Pura dallem) dan tempat memuja Sang Hyang Widhi yang disebut Miru. Pada jaman Dang Hyang Dwi jendra, tempat memuja Sang Hyang Widhi disebut Padmasana.

Tata Letak Pura

Tidak seperti candi atau kuil Hindu di India yang berupa bangunan tertutup, pura dirancang sebagai tempat ibadah di udara terbuka yang terdiri dari beberapa zona yang dikelilingi tembok. Masing-masing zona ini dihubungkan dengan gerbang atau gapura yang penuh ukiran. Lingkungan atau zonasi yang dikelilingi tembok ini memuat beberapa bangunan seperti pelinggih yaitu tempat suci bersemayam hyang, miru yaitu menara dengan atap bersusun, serta ba le (pendopo atau paviliun). Struktur tempat suci pura mengikuti konsep Trimandala, yang memiliki tingkatan pada derajat kesuciannya, yakni:

Nista mandala (Jaba pisan): zona terluar yang merupakan pintu masuk pura dari lingkungan luar. Pada zona ini biasanya berupa lapangan atau taman yang dapat digunakan untuk kegiatan pementasan tari atau tempat persiapan dalam melakukan berbagai upacara keagamaan.
Madya mandala (Jaba tengah): zona tengah tempat aktivitas umat dan fasilitas pendukung. Pada zona ini biasanya terdapat Ba le Kulkul, Ba le Gong (Ba le gamelan), Wantilan (Ba le pertemuan), Ba le Pesandekan, dan Perantenan.
Utama mandala (Jero): yang merupakan zona paling suci di dalam pura. Di dalam zona tersuci ini terdapat Padmasana, Pelinggih Meru, Ba le Piyasan, Ba le Pepelik, Ba le Panggungan, Ba le Pawedan, Ba le Murda, dan Gedong Penyim penan.

Meskipun demikian, tata letak zona Nista Mandala dan Madya Mandala kadang tidak mutlak seperti demikian, karena beberapa bangunan seperti Ba le Kulkul atau Perantenan atau dapur pura dapat pula terletak di Nista mandala.

Pada aturan zona tata letak pura maupun puri (istana) di Bali, baik gerbang Candi bentar maupun Paduraksa merupakan satu kesatuan rancang arsitektur. Candi bentar merupakan gerbang untuk lingkungan terluar yang membatasi kawasan luar pura dengan Nista mandala, zona terluar kompleks pura. Sedangkan gerbang Kori Agung atau Paduraksa digunakan sebagai gerbang di lingkungan dalam pura, dan digunakan untuk membatasi zona Madya mandala dengan Zona Utama mandala sebagai kawasan tersuci pura di Bali. Maka disimpulkan baik untuk kompleks pura maupun tempat tinggal bangsawan, candi bentar digunakan untuk lingkungan terluar, sedangkan paduraksa untuk lingkungan dalam.

#Pura #Bali #PuraBali #BaliPura #PuraHindu #PuraDiBali

Mari belajar agama hindu dharma melalui chanel ini

source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here