Apakah Ashwathama Masih Hidup? 9 Kejadian Fakta Aswathama Masih Hidup

407
0

AjegApakah Ashwathama Masih Hidup? 9 Kejadian Fakta Aswathama Masih Hidup. Aswathama dikutuk untuk berkelana di Kaliyuga karena perbuatannya yang berdosa membunuh 5 anak laki-laki Drupadi, istri Pandawa yang tidak bersalah. Dan penggunaan Brahmastra kepada Parikesit yang masih didalam kandungan. (Baca juga Siapakah Ashwatthama, Kenapa dia Dikutuk oleh Krishna?)

Karena perbuatannya ini, Krishna mengutuk Ashwatthama. Kutukan tersebut sebagai berikut “Dia akan memikul beban dosa semua orang di pundaknya dan akan berkelana sendirian tanpa mendapatkan cinta dan rasa hormat sampai akhir kali yuga. Dia akan terasing dari kehidupan manusia. Dia akan menderita luka yang tidak akan bisa disembuhkan..

Krishna menyatakan bahwa “luka akibat pencabutan permata di dahinya tidak akan pernah sembuh dan akan menderita kusta, sampai akhir Kaliyuga”. Dipercaya bahwa di Kaliyuga, namanya adalah “Suryakanta”. Dengan demikian, Ashwatthama akan mencari kematian setiap saat, namun dia tidak akan pernah mati. Di akhir Kali Yuga, Ashwatthama akan bertemu dengan Kalki, awatara kesepuluh Dewa Wisnu. (Baca juga 12 Tokoh yang Selamat dari Perang Kurukshetra)

Sebagian besar dari kita bertanya apakah Ashwatthaamaa masih hidup? Ada beberapa orang yang menceritakan banyak kejadian bahwa Ashwatthama masih hidup dan terlihat dalam berbagai bentuk. Tujuannya bukan untuk membuktikan bahwa dia masih hidup, tetapi hanya untuk merujuk pada beberapa kejadian bersejarah apa yang dikatakan orang tentang dia.

7 Kejadian Fakta Ashwatthama Masih Hidup.

1. Ashwathama pernah dilihat oleh Karyawan Kereta Api.

Sebuah artikel disalah satu surat kabar yang berusia lebih dari satu dekade memuat tentang seorang pegawai kereta api yang sedang cuti dan berlibur.

Ketika dia sedang berlibur dan berjalan-jalan di hutan Navsari, Gujarat, karyawan kereta api ini melaporkan telah melihat seorang pria yang sangat tinggi dengan luka dikepalanya.

Dia mengaku telah berbicara dengannya dan mengetahui bahwa Bhima jauh lebih tinggi dan lebih kuat darinya. (Baca juga 19 Awatara Dewa Siwa)

2. Pertemuan Ashwathama dengan orang bijak Naranappa

Naranappa menulis versi Mahabharata-nya dengan bantuan Ashwathama. Mahabharata-nya diakhiri dengan Gadaa Parwa. Dikisahkan Naranappa bertemu dengan Ashwattama dan meminta bantuan untuk menulis Mahabharata dengan bahasa Kannada (Versi Kannada).

Ashwatthama menyanggupinya  dengan syarat. Dia akan mulai menulis Mahabharata setiap hari setelah dia membersihkan diri. Dia harus menggunakan dothi (pakaian brahmana) yang basah. Cerita Mahabharata akan terus mengalir ke tangannya hingga dothi yang digunakannya kering. Dia tidak boleh menceritakan rahasia ini kepada orang lain. (Baca juga Mahabharata Adiparwa Bab 9: Kutukan Parashurama)

Singkat cerita, ketika tulisannya mencapai Gada Parva, cerita tentang pertarungan Bhima dan Duryodhana, dia dengan perasaan gembira menceritakan rahasia ini kepada istrinya. Mulai saat itu, cerita Mahabharata berhenti hingga Gada Parva.

3. Aswathama Bertemu Orang Tua Swaminarayan

Dharmdeva dan Bhaktimaataa (ayah dan ibu Swaminarayan) dikutuk lebih dari dua ratus tahun yang lalu oleh Ashwatthaamaa. Ini dijelaskan dalam Satsangi Jivan yang ditulis oleh Shatanand Muni. (Baca juga Dashavatara 10 Awatara Wisnu)

Ketika mereka tersesat ke dalam hutan dan mereka bertemu seseorang – Dia tinggi dan tegap dalam jubah oranye sebagai seorang Brahmana. Ketika mereka memberi tahu brahmana tentang Krishna yang memberitahukan bahwa Krishna akan lahir sebagai anak mereka. Brhamana itu marah menyebut Krishna sebagai musuhnya dan mengutuk mereka.

4. Aswathama Terlihat di Ludhiana, Punjab

Sekitar tahun 1968 – 1969: Seorang dokter menceritakan kejadian bertemu dengan orang yang memiliki dahi yang terluka. Dia belum pernah melihat luka seperti itu seolah-olah otaknya diambil dari dahinya, namun kulitnya kencang seolah tidak terjadi apa-apa. Pada saat dokter mencoba membawa barang-barangnya dari lemari peralatan, lelaki itu sudah pergi dan tidak pernah ditemukan lagi. Tapi dia bilang mata birunya selalu membayanginya.

5. Aswathama terlihat di dekat sungai Narmada (Gujarat)

Banyak orang yang telah melihat seseorang dengan luka di dahinya berkeliaran di sekitar sungai Narmada (Gujarat). Dia digambarkan sebagai orang yang tinggi, dan ada banyak lalat dan serangga yang mengelilinginya sepanjang waktu.

6. Vasudevan dan Saraswati Bertemu Ashwathama di Shoolpaneeshawar

Vasudevan dan Saraswati, seorang brahmana yang dianggap sebagai inkarnasi Dattatreya oleh para pengikutnya, melihat Ashwatthama di hutan lebat Shulpaneeshawar dekat Katarkheda, pada tahun 1912.

Diceritakan Vasudevan dan Saraswati tersesat di hutan. Ditengah hutan mereka bertemu dengans seorang brahmana yang tinggi. Mereka diantar ke luar hutan oleh brahmana ini. Ketika mendekati pinggir hutan, brahmana tersebut berkata hanya bisa mengantar mereka sampai disini. Ketika ditanya oleh Vasudevan, “Siapakah anda, tubuh anda bukan merupakan tubuh normal manusia. Apakah anda hantu atau yaksha? Perkenalkanlah diri anda.”

Brahmana tersebut menjawab, “Anda benar, semua itu benar, semua terlihat tidak normal. Karena aku tidak berasal dari yuga ini. Aku berasal dari Dwapara Yuga. Aku adalah Ashwatthama.”

7. Pilot Baba Bertemu dengan Ashwatthama Secara Pribadi

Pilot Baba adalah seorang guru spiritual India yang sebelumnya adalah Komandan Sayap Kapil Singh, seorang pilot pesawat tempur di Angkatan Udara India. Pilot Baba telah mendirikan sejumlah Ashram dan pusat spiritual di India dan luar negeri.

Pilot Baba menceritakan kejadian pertemuan Ashwathama dan melakukan percakapan mendetail dengannya.

8. Ashwatthama sering terlihat di Benteng Tua Asirgarha fort

Dikatakan bahwa Ashwathama menetap di sekitar benteng Asirgarh fort selama 5000 tahun terakhir. Dan dia memuja Dewa Siwa di kuil benteng paling awal di pagi hari. Yang masih menjadi misteri adalah setiap pagi ada bunga segar dan sandal yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa. Diyakini bahwa dia adalah penyembah pertama pada hari itu.

Orang-orang yang terkait dengan daerah itu menceritakan sebuah mitos bahwa terkadang Ashwathama terlihat di malam hari dan tetap tinggal di sekitar Benteng Asirgarha. Dan terkadang meminta kunyit dan minyak untuk menghentikan darah di dahinya. Dia mandi di kolam yang ada di sekitar benteng dan memuja Dewa Siwa di kuil Benteng.

9. Ashwattama terlihat di kuil Lilotinath Mandir Lakhimpur Kheri, Utar Pradesh

Penduduk setempat telah beberapa kali melihat Ashwathama di kuil ini. Orang-orang juga menceritakan tentang bunga di Shivalinga di pagi hari.

Tonton juga Ashwatthama, Ciranjivi yang dikutuk oleh Krishna

Recent search terms:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here