Atribut Dewa Siwa

314
0

AjegAtribut Dewa Siwa. Mahadewa secara harfiah berarti “Yang Tertinggi dari semua dewa” yaitu Dewa dari para Dewa. Dia adalah Dewa tertinggi dalam sekte Shaiwisme Hindu. Dewa Siwa juga dikenal sebagai Maheshwara, “Dewa yang Agung”, Mahadewa, Dewa Agung, Shambhu, Hara, Pinakadharik “pembawa Pinaka” dan Mrityunjaya, “penakluk maut”.

Dia adalah pasangan Shakti. Dia juga diwakili oleh Mahakala dan Bhairawa. Dewa Siwa sering digambarkan sedang memegang damaruka, kendang berbentuk jam pasir, bersama dengan trishula. Mantra untuk Dewa Siwa biasanya adalah Om Namah Shiwaya. Dewa Siwa juga dianggap sebagai Dewa para Dewa. Eksistensi yang merepresentasikan ketidakterbatasan itu sendiri. Dia adalah keilahian maskulin tertinggi di alam semesta ini dan penguasa tiga dunia (Wishwanatha) dan tidak ada duanya dalam kekuasaan. (Baca juga Narayana)

Atribut Dari Dewa Siwa

Dewa Siwa digambarkan bermata tiga, Sungai Gangga mengalir melalui rambutnya yang kusut, mengenakan ornamen ular dan kalung tengkorak, tertutup abu, dan duduk di atas kulit harimau. (Baca juga Shiva, Mahadewa, Atribut dan Senjatanya)

Berikut Atribut dari Dewa Siwa

1. Mata ketiga.

Dewa Siwa sering digambarkan memiliki mata ketiga, yang dengannya ia membakar Keinginan (Kama) menjadi abu, disebut “Trayambakam” , yang muncul di banyak sumber kitab suci. Dalam bahasa Sanskerta klasik, kata ambaka berarti “mata”. dalam Mahabharata, Dewa Siwa digambarkan bermata tiga, jadi nama ini kadang diterjemahkan sebagai “memiliki tiga mata”.

2. Bulan sabit.

Dewa Siwa menanggung bulan sabit di kepalanya. Julukan Candrasekhara yang memiliki arti “Memiliki bulan sebagai puncaknya”. candra berarti “bulan”; sekara berarti “puncak atau mahkota”). Penempatan bulan di atas kepalanya sebagai ikonografi standar berasal dari periode ketika Rudra menjadi terkenal dan menjadi dewa utama Rudra-Siwa.

3 Bhasma atau abu.

Atribut dari Dewa Siwa ini menunjukkan tubuhnya yang tertutup abu (bhasma atau vibhuti). Abu melambangkan pengingat bahwa semua keberadaan material adalah tidak kekal, berakhir menjadi abu, dan pencarian jiwa yang kekal serta pembebasan spiritual adalah penting.

4. Rambut yang kusut.

Gaya rambut Dewa Siwa yang khas dicatat dalam julukan Jatin, “yang berambut kusut”, dan Kapardin, “diberkahi dengan rambut kusut” atau “rambutnya diikat seperti cangkang kerang – seperti busana (kaparda) “. Kaparda adalah cangkang cowrie, atau ke pang rambut dalam bentuk cangkang, atau lebih umum lagi, rambut yang kusut atau keriting. (Baca juga Vishnu Astra, Senjata Dahysat Dewa Wisnu)

5. Tenggorokan biru.

Julukan Nilakantha, berasal dari kata nila yang berarti “biru” dan kantha yang berarti “tenggorokan”). Sejak Dewa Siwa meminum racun Halahala yang diaduk dari Samudra Manthan untuk menghilangkan daya rusaknya. Terkejut dengan tindakannya, Parwati meremas lehernya dan menghentikannya di lehernya untuk mencegahnya menyebar ke seluruh alam semesta, yang seharusnya ada di perut Dewa Siwa. Namun racun itu begitu kuat sehingga mengubah warna lehernya menjadi biru. Atribut ini menunjukkan bahwa seseorang dapat menjadi Dewa Siwa dengan menelan racun duniawi dalam bentuk pelecehan dan penghinaan dengan ketenangan hati, sambil memberkati mereka yang menghina ataupun melecehkan.

6. Yogi yang bermeditasi.

ikonografinya sering menunjukkan dia dalam pose Yoga, bermeditasi, kadang-kadang di Gunung Kailasha Himalaya yang merupakan simbolis sebagai Penguasa Yoga.

7. Sungai Gangga.

Julukan Dewa Siwa adalah Gangadhara, “Pembawa sungai Gangga”. Gangga mengalir dari rambut kusut Dewa Siwa. Gangga, salah satu sungai utama di India, dikatakan telah tinggal dan muncul dari rambut Dewa Siwa.

8. Kulit harimau.

Dewa Siwa sering ditampilkan duduk di atas kulit harimau.

9. Memakai Kalung Ular.

Dewa Siwa sering ditampilkan dengan kalung dari ular basuki.

10. Memegang Tombak Trisula.

Dewa Siwa biasanya membawa trisula yang disebut Trisula. Trisula adalah senjata atau simbol dalam berbagai teks Hindu. Sebagai simbol, Trishula mewakili tiga aspek Dewa Siwa yaitu “pencipta, pemelihara dan pelebur”, atau sebagai alternatif, ia mewakili keseimbangan tiga Guna atau tri guna, yaitu “sattwa, rajas dan tamas”. (Baca juga Asta Chiranjeevi, 8 Mahluk Abadi Chiranjiw)

11. Kendang Damaru.

Sebuah kendang kecil berbentuk seperti jam pasir dikenal sebagai damaru. damaru adalah salah satu atribut Dewa Siwa dalam representasi tariannya yang terkenal yang dikenal sebagai Nataraja. Sebuah gerakan tangan tertentu (mudra) yang disebut damaru-hasta digunakan untuk memegang gendang. Gendang ini terutama digunakan sebagai lambang oleh anggota sekte Kapalika.

12. Nandi.

Nandi atau nandin, adalah nama sapi jantan yang berfungsi sebagai kendaraan Dewa Siwa. Asosiasi Dewa Siwa dengan ternak tercermin dalam namanya Pasupati yang diterjemahkan oleh Sharma sebagai “penguasa ternak” dan oleh Kramrish sebagai “penguasa hewan”, yang mencatat bahwa ini terutama digunakan sebagai julukan Rudra. (Baca juga 19 Awatara Dewa Siwa)

13. Gunung Kailasa.

Gunung Kailasha di Himalaya adalah tempat tinggalnya. Dalam mitologi Hindu, Gunung Kailasa dianggap menyerupai Lingga, yang melambangkan pusat alam semesta.

14. Gana.

Gana adalah pelayan Dewa Siwa dan tinggal di Kailasha. Mereka sering disebut sebagai bhutagana, karena sifatnya. Umumnya tidak berbahaya, kecuali jika tuan mereka ditentang. Putranya Ganesha dipilih sebagai pemimpin mereka oleh Dewa Siwa, oleh karena itu gelar Ganesa yaitu gana-isa atau gana-pati, “penguasa para gana”.

15. Varanasi.

Wilayah Varanasi atau Benares di india dianggap sebagai kota yang secara khusus dicintai oleh Dewa Siwa, dan merupakan salah satu tempat ziarah tersuci di India. Ini disebut, dalam konteks agama, sebagai Kashi.

Tonton juga Siapakah Narayana itu? Darimana #Narayana Berasal?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here