Hanuman Yang Perkasa, 10 Fakta Menarik Hanuman

479
0

Ajeg.orgHanuman Yang Perkasa, 10 Fakta Menarik Hanuman. Hanuman yang perkasa, menteri Sugriwa (Raja Kera) selama periode Ramayana, yang menggambarkan teladan diri dari kekuatan dan kekuatan ilahi yang dapat diperoleh dengan hati bakti mereka dengan taat. (Baca juga 5 Tokoh Wanita Penting dalam Ramayana)

Hanuman merupakan awatara / inkarnasi Dewa Siwa, Hanuman adalah pemuja dan pengikut Rama yang paling terkenal. Shraddha (pengabdian) Hanuman terhadap Sri Rama tidak diragukan lagi, dan tanpa keegoisan. Pahlawan dalam epik Ramayana, Hanuman, digambarkan sebagai orang yang memiliki kekuatan luar biasa, pengetahuan tertinggi dan sekutu setia yang bahkan akan membawa bukit, dan mengorbankan hidupnya sendiri untuk tuannya.

10 Fakta Hanuman yang Perkasa

Berikut adalah 10 Fakta yang mungkin ingin kamu ketahui tentang Hanuman, yang tidak hanya dipersonifikasikan dalam Hinduisme tetapi juga ditelusuri dalam Jainisme dan Buddha.

1. Awatara Dewa Siwa

Seperti disebutkan dalam Shiva Purana, Hanuman adalah awatara Dewa Siwa. Ketika telah ditentukan sebelumnya bagi Dewa Wisnu untuk terlahir sebagai Rama di alam fana untuk mengalahkan Rahwana, Dewa Siwa juga memutuskan untuk mengambil wujud Hanuman, dan melayani Rama sepanjang perjalanannya. (Baca juga 19 Awatara Dewa Siwa)

Mengapa? Karena konon Dewa Wisnu dan Dewa Siwa saling melengkapi keberadaan. Mereka adalah bentuk ilahi dari energi kosmik yang sama dan karenanya bekerja bersama dalam berbagai bentuk.

Dengan demikian, Dewa Siwa dibangkitkan oleh Dewa Wisnu (sebagai Mohini), dan menyebabkan kelahiran Hanuman, yang kemudian membantu Rama (titisan Dewa Wisnu) untuk menemukan Sita.

2. Lahir dari dewi yang dikutuk

Ibu Hanuman, Devi Anjani, dikatakan sebagai dewi yang tinggal di surga mendapatkan kutukan dari Rsi Punjikasthala. Karena tindakannya yang kekanakan, dia dikutuk oleh sang Rsi untuk menjadi putri monyet. (Baca juga Kisah Banasura dan Pertempuran Antara Krishna vs Siwa)

Dikatakan bahwa kutukannya akan selesai ketika dia melahirkan inkarnasi Dewa Siwa. Belakangan, Anjani menikah dengan Kesari, seorang pimpinan monyet, dan melahirkan anak dewa, Hanuman. Sebagai anak dari Anjani dan Kesari.

Hanuman bernama Anjaneya dan Kesari Nandan. Legenda selanjutnya menyatakan bahwa Dewa Wayu, dewa angin, juga berperan besar dalam kelahiran Hanuman, dan itulah mengapa Hanuman juga dikenal sebagai Vayuputra.

3. Rahang yang Terluka: Hanuman

Arti sebenarnya dari nama Hanuman dalam bahasa Sansekerta adalah rahang yang cacat, di mana Hanu berarti ‘Rahang’ dan Man berarti ‘Cacat’. Dia mendapatkan nama ini setelah peristiwa dengan Matahari dan Dewa Indra. (Baca juga Veerabhadra, Kemarahan Shiva Akibat Penghinaan Sati)

Hanuman pernah mencoba makan matahari dan mengira itu adalah buah yang dapat dimakan. Melihat hal tersebut Indra berusaha menghentikannya untuk memakan Matahari dengan menyerangnya menggunakan senjatanya (Vajrayudha) yang melukai Anjaneya dan membuat rahang bengkok.

Karena itulah, sejak kejadian ini, Anjaneya dikenal sebagai seseorang yang memiliki rahang cacat “Hanuman”.

4. Hanuman yang Abadi

Hanuman terluka parah dan tidak sadarkan diri setelah diserang oleh Indra. Vayu (Dewa Angin) menjadi marah melihat kondisi anaknya, sehingga berhenti mengalirkan dan menghembuskan udara ke seluruh tiga dunia, membuat setiap penderitaan dengan sesak napas kepada seluruh penghuni tiga dunia.

Melihat ini, para dewa pergi ke tempat itu dan memohon Dewa Vayu untuk melakukan tugasnya. Dewa Brahma membuat Indra meminta maaf atas kesalahannya dan membangkitkan Hanuman dari ketidaksadarannya.

Kemudian semua dewa memberkati Hanuman dengan beberapa anugerah, di antaranya adalah anugerah untuk menjadi Abadi yaitu kematiannya hanya akan terjadi atas kemauannya sendiri.

5. DIkutuk untuk melupakan kekuatannya

Hanuman yang nakal terus melakukan tindakan kekanak-kanakannya bahkan setelah rahangnya mengalami caact.

Aktivitasnya cepat atau lambat akan berkisar dari kesenangan hingga merusak. Menjadi kesal dan marah karena gangguannya, Matang Muni, seorang bijak, mengutuk Hanuman untuk melupakan semua kekuatan yang dimilikinya, sampai dan kecuali dia diingatkan oleh seseorang.

6. Hukuman Mati oleh Sri Rama

Sesampai di istana Sri Rama, para Rsi dan brahmana hadir untuk beberapa acara. Narada Muni mempengaruhi pikiran Hanuman untuk menyapa semua para Rsi dan Brahmana kecuali Vishwamitra, dan Hanuman akhirnya melakukannya.

Diprovokasi oleh Narada Muni, Vishwamitra marah dan meminta Sri Rama untuk menghukum Hanuman dengan hukuman mati, karena tidak menghormatinya. Karena Vishwamitra adalah guru  Rama, dia tidak dapat menolak perintahnya.

Keesokan harinya, di lapangan, Rama menembakkan anak panah untuk memotong kepala Hanuman, tetapi secara mengejutkan tidak ada yang bisa menyakitinya.

Itu karena Hanuman terus menerus menyebut Nama Rama sebagai “Sri Rama”. Melihat hal ini, Narada mengakui perbuatannya, mengatakan dia ingin Dunia melihat bahwa nama “Rama” lebih kuat dari Rama sendiri.

7. Sindoor Hanuman

Suatu hari, karena penasaran, Hanuman bertanya kepada Sita tentang sindoor (warna merah) di keningnya. ‘Menerapkan sindoor memperpanjang umur suami dan majikanmu’, jawab Sita.

Hanuman sangat terpengaruh oleh ini. Karena cintanya pada Rama tak terlukiskan, dia juga mengoleskan sindoor di seluruh tubuhnya untuk umur panjang dan kebahagiaan tuannya. Makanya, arcam Hanuman selalu dilapisi Sindoor.

8. Bramhachari dengan seorang putra

Meskipun Hanuman masih bujangan (Bramhachari), ia memiliki seorang putra bernama Makardhwaja, yang lahir dari seekor ikan.

Banyak versi menceritakan tentang kelahiran Makardhwaja. Namun, yang paling populer mengatakan bahwa, setelah membakar Lanka, Hanuman berenang ke laut untuk mendinginkan tubuhnya. Karena panas yang luar biasa, beberapa tetesan keringatnya jatuh ke mulut ikan raksasa yang mirip reptil, sehingga menghamilinya.

9. Bhima bertemu Hanuman

Seperti disebutkan dalam Mahabharata, Hanuman dari periode Ramayana bertemu dengan Bhima, sebelum perang Mahabharata. (Baca juga Mahabharata Adiparwa Bab 7: Duryodana Meracuni Bhima)

Suatu ketika Bhima pergi mencari bunga surgawi bernama Saugandhika, atas permintaan istri tercintanya, Drupadi. Dalam perjalanannya, Bhima menemukan seekor kera yang sedang beristirahat di atas pohon, yang ekornya menghalangi jalan setapak. Bhima berteriak agar sang kera menjauh dari jalannya, dan mencoba menakutinya, tetapi tidak berhasil.

Sebagai jawaban, kera tersebut meminta Bhima untuk menggerakkan ekornya sendiri jika dia memiliki kekuatan seperti itu.

Bhima mencoba menggerakkan ekor tersebut, tetapi ekor itu tidak bisa bergerak sedikitpun. Bhima, pada saat itu, menyadari bahwa kera itu bukanlah kera biasa dan memintanya untuk memperkenalkan diri.

Sang kera kembali kebentuk aslinya sebagai Hanuman dan memberkatinya. Dia juga menjelaskan bahwa mereka adalah saudara (keduanya adalah putra Dewa Angin), dan mengajari Bhima untuk tidak pernah menyalahgunakan kekuatannya.

Hanuman juga meyakinkan Bhima akan membantunya di medan perang, dengan mengatakan ‘suara saya akan bergabung dengan Anda saat Anda mengaum di medan perang, yang akan meneror musuh Anda.’

10. Hanuman tidak akan membiarkan Yamaraj mengambil nyawa Rama

Ketika Rama menyadari bahwa waktu untuk meninggalkan dirinya yang fana telah tiba, dia memanggil Yamaraj (raja kematian) untuk mengambil nyawanya.

Tetapi dia juga tahu bahwa Hanuman tidak akan membiarkan Rama meninggalkan tubuh duniawinya, jadi dia memerintahkan Hanuman untuk menemukan cincinnya yang telah jatuh di Patala Loka (alam bawah).

Hanuman yang mencari cincin itu bertemu dengan Vasuki (Raja Naga) dan memintanya untuk membantunya dalam misinya mencari cincin Rama. Vasuki kemudian mengantarnya menuju ke gunung yang berasal dari cincin.

Trik ini digunakan untuk mengalihkan perhatian Hanuman sehingga Yamaraj bisa dengan mudah mengambil tubuh Rama.

Tonton juga Video Paundraka, Krishna Palsu Mangaku Tuhan

Recent search terms:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here