Home Uncategorized Kata Bijak Vasudeva Krishna

Kata Bijak Vasudeva Krishna

207
0
Kata Bijak Vasudeva Krishna
Kata Bijak Vasudeva Krishna

Krisna adalah salah satu dewa yang dipuja oleh umat Hindu, berwujud pria berkulit gelap atau biru tua, memakai dhoti kuning dan mahkota yang dihiasi bulu merak. Dalam seni lukis dan arca, umumnya ia digambarkan sedang bermain seruling sambil berdiri dengan kaki yang ditekuk ke samping. (Baca juga 90 Kata Bijak Basudewa Krisna Tentang Cinta)

Kata Bijak Tentang Kehidupan

Muncul pada Abad Pertengahan dalam situasi Gerakan Bhakti. Dari abad ke-10 M

Kata Bijak Vasudeva Krishna

Bahkan gunung tinggi pun tidak boleh berhasrat memiliki sungai kecil karena hak dari sungai adalah berdekatan dengan lautan luas.  – Vasudeva Krishna

Masa depan bukan apa-apa, masa depan berasal dari keputusan yang diambil hari ini – Vasudeva Krishna

Terbelenggu beratus-ratus ikatan hasrat keinginan, menghanyutkan diri dalam arus pusaran nafsu dan amarah – Vasudeva Krishna

Mereka yang bersifat jahat tidak tahu jalan tindakan atau jalan pengingkaran diri. Pada diri mereka, tidak ada kemurnian hati, kelakuan yang baik, ataupun kebenaran – Vasudeva Krishna

Kecil kemungkinan dari antara seribu orang ada satu orang yang berjuang berusaha mencapai kesempurnaan, dan dari antara mereka yang berjuang dan berhasil, jarang sekali yang mengenal Tuhan secara benar – Vasudeva Krishna

ia yang menguasai diri yang telah bebas dari hasrat keinginan dan amarah serta telah menguasai pikiran dan mencapai pengetahuan tentang Diri, beroleh kebahagiaan tertinggi dalam Tuhan – Vasudeva Krishna

Lebih baik menjalankan kewajiban sendiri meskipun tidak sempurna, daripada menjalankan kewajiban orang lain dengan sempurna. Lebih baik mati ketika menjalankan kewajiban sendiri, karena menjalankan kewajiban orang lain itu bahaya – Vasudeva Krishna

Cinta dan kebencian pada suatu objek keinginan terletak pada objek keinginan itu sendiri. Janganlah menyerah pada keduanya, sebab keduanya adalah penghalang belaka – Vasudeva Krishna

Orang bijak bertindak sesuai dengan sifat dasarnya. Semua makhluk hidup pun mengikuti sifat dasar mereka. Apa yang bisa diselesaikan dengan paksaan? – Vasudeva Krishna
Setelah menyadari kewajibanmu sendiri, engkau tak boleh ragu. Tak ada yang lebih baik bagi seorang kesatria selain maju berperang demi menjalankan kewajiban – Vasudeva Krishna

Apapun yang dilakukan orang besar akan diikuti masyarakatnya. Teladan apapun yang ia berikan akan ditiru seluruh dunia – Vasudeva Krishna

Lakukan apa yang mesti engkau lakukan, karena bekerja lebih baik daripada tidak berkerja. Bahkan keberlangsungan hidup fisikmu tak akan bisa bertahan tanpa kerja – Vasudeva Krishna

Ketika pikiran mengejar hawa nafsu, ketenangan jiwa akan hilang. Seperti angin yang membwa kapal di atas air – Vasudeva Krishna

Orang yang tak bisa mengendalikan hawa nafsu tak memiliki budi, ia juga tak memiliki kemampuan berkonsentrasi. Tanpa konsentrasi tak ada kedamaian dan tanpa kedamaian bagaimana kebahagiaan bisa diperoleh? – Vasudeva Krishna

Dari amarah lahirlah kebingungan, dari kebingungan hilanglah ingatan. Dari hilang ingatan menghancrukan budi. Dan kehancuran budi berujung pasa kemusnahan – Vasudeva Krishna

Kalau kau beri cinta pada orang lain, maka kau akan dapatkan kebahagiaan – Vasudeva Krishna

Daripada berusaha untuk mengubah hidup ini, adaptasikan saja dirimu untuk mengubah keadaan sebagai satu-satunya jalan menuju keberhasilan dan kebahagiaan – Vasudeva Krishna

Ini adalah hal yang mengecewakan bagiku untuk mengetahui bahwa kau tidak, karena kebodohan, mengerti apa yang aku ajarkan. Semua hal yang aku katakana padamu pada saat itu tidak akan datang padaku sekarang – Vasudeva Krishna

Aku bisa saja memaafkan kesalahanmu, tapi aku tidak bisa memaafkan dosamu – Vasudeva Krishna

Terbelenggu beratus-ratus ikatan hasrat keinginan, menghanyutkan diri dalam arus pusaran nafsu dan amarah – Vasudeva Krishna

Derajat dan pangkat bukan dasar persahabatan – Vasudeva Krishna

Seseorang mungkin dilahirkan dengan kebaikan surgawi, tetapi kelakuan buruk dalam hidupnya dapat merusaknya, bahkan besi dapat menjadi debu disebabkan angin dan air – Vasudeva Krishna

Hanya bulu yang tertempel Pada burung merak Yang bisa menjadi Hiasan – Vasudeva Krishna

Seseorang yang mendapatkan pengetahuan dengan mengerti nilainya, Pasti hebat dalam bidangnya, tapi seseorang yang menginginkan pengetahuan untuk mendapat sesuatu, akan terus bersaing dalam hidupnya untuk membuktikan dia yang hebat, tapi dia tidak akan pernah menjadi hebat – Vasudeva Krishna
Manusia yang tenggelam dalam kebanggan tidak pernah menghargai cinta – Vasudeva Krishna

Penggerak manusia adalah rasa takut. Rasa takut adalah, kekuatan untuk menyelesaikan masalah – Vasudeva Krishna

Pertobatan dan penyesalan akan membuat seseorang menjadi kuat  – Vasudeva Krishna
Derajat dan pangkat bukan dasar persahabatan – Vasudeva Krishna
Setiap orang mempunyai alasan untuk melakukan sebuah kebohongan – Vasudeva Krishna

Ketika seseorang mendapatkan baju baru, ia akan melepaskan baju yang lama. demikian juga dengan jiwa. ketika ia menerima tubuh baru, maka ia akan melepaskan tubuhnya yang lama – Vasudeva Krishna

Tapi bagaimanapun! saat sumpah dan keputusan dari seseorang akan berdampak Negatif untuk masyakat, maka saat itu juga! akan mejadi keharusan untuk melanggar sumpah tersebut. – Vasudeva Krishna

Apakah kau tahu yang terdapat pada masa depan? keadaan selalu bisa berubah. – Vasudeva Krishna

Jika kebenaran adalah pohon, maka kepedulian adalah dasar dan akarnya – Vasudeva Krishna

Perkataan seseorang hanya bisa dimengerti oleh orang yg pintar. Itulah mengapa banyak orang salah paham – Vasudeva Krishna

Sebuah pohon hanya bisa disuburkan dengan air. Susu pun tidak bisa melakukan apa yang dilakukan air – Vasudeva Krishna

Kecerdesan dan yang dilakukan seorang PRIA tidak sama dengan artinya – Vasudeva Krishna

Tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa alasan – Vasudeva Krishna

Kepedulian adalah inti dari sebuah Kebenaran – Vasudeva Krishna

Cinta tidak jadi yang utama. Karena jika cinta jadi yang utama, semua permasalahan, semua kebulatan akan menjadi hancur – Vasudeva Krishna

Manusia selalu senang membicarakan orang lain, dan tak ada seorang pun yang membicarakan dirinya. Lalu apa artinya kebenaran? – Vasudeva Krishna

Pada kenyataannya keadilan bukanlah pikiran yang sederhana, bukanlah sebuah tradisi saja, keadilan adalah nama lain kehidupan, dan kehidupanpun berubah terus menerus. perubahan adalah karakter dalam kehidupan. – Vasudeva Krishna
Kesalahanmu adalah ketidak tahuanmu – Vasudeva Krishna

Hal yg paling sulit bagi manusia adalah menyembunyikan dirinya, karena harus meninggalkan kesombongannya, kemampuannya dan menerima kehadiran orang lain.  – Vasudeva Krishna

Mendapatkan sesuatu bukanlah kemenangan,  dan kehilangan sesuatu bukanlah kekalahan. – Vasudeva Krishna

Seorang guru akan bangga pada ilmunya hanya jika ia bisa melahirkan seorang Ksatria – Vasudeva Krishna

Lima dasar kebenaran adalah: Pengetahuan, Cinta, Keadilan, Pengabdian dan Kesabaran – Vasudeva Krishna

Setiap Manusia adalah rupa dari sang kuasa. tapi tak ada satupun yang mengetahui itu – Vasudeva Krishna

Ketika seseorang mendapatkan baju baru, ia akan melepaskan bajun yang lama, demikian juga dengan jiwa, Ketika ia menerima tubuh baru, maka ia akan melepaskan tubuhnya yang lama – Vasudeva Krishna

Buah kelapa jatuh di laut, maka pohonnya mencabut haknya atas buah tersebut. – Vasudeva Krishna

Tidak penting bagian sungai mana yang kau selami, yang penting adalah apakah kau bisa menyelam. – Vasudeva Krishna

Ketika seseorang mendapatkan baju baru, ia akan melepaskan bajun yang lama, demikian juga dengan jiwa, Ketika ia menerima tubuh baru, maka ia akan melepaskan tubuhnya yang lama – Vasudeva KrishnaHasrat . . . Harapan . . . Keinginan . . . Ambisi . . . adalah kekuatan penggerak dari seluruh manusia, benarkan?

Kalau seseorang menanyakan siapa identitasmu? seperti apakah jawabanmu?  
Kau akan segera menyadari bahwa semua keinginanmu akan menentukan hidupmu

Keberhasilan setelah mencapai sesuatu, dan kegagalan setelah tidak berhasil mencapai sesuatu, menggambarkan identitasmu

– Banyak orang menjalani hidupnya, dan mereka begitu ingin mencapai banyak hal, tapi hasrat mereka sendiri, tidak pernah benar benar mati
– Keinginan membuat mereka menembus berbagai hal untuk mengejar cita cita mereka
– Tapi hanya dari keinginan ini, hiduplah cahaya pengetahuan
– Saat keinginan tidak terpenuhi, dia hancur . . . dari arah yang sama, pengetahuan bangkit dari hati manusia

ini bukan kisah tentang pertarungan keinginan
ini juga bukan kisah dari betapa mengerikannya kelahiran dari setiap ambisi

ini adalah kisah mengenai pengetahuan yang bangkit dari dalam keinginan

Aku mengajakmu bergabung dalam perjalanan ini

Yang akan mengajarkan padamu arti dari kehidupan
ini akan mengajarimu tugas sebagai seorang manusia
ini akan mengajarimu cara untuk bangkit dan bersinar dari kehancuran

Nama perjalanan ini adalah . . .

Tradisi Lama dan Baru

tradisi itu seperti buah mangga…

Saat mereka muncul rasanya pahit sekali, tidak ada yang suka padanya. Begitu pula tradisi, saat baru muncul mungkin semua orang aneh dengannya. Banyak yang tidak suka dengan tradisi baru ini.

Tidak lama kemudian buah mangga ini akan terasa asam. Hanya yang suka asam saja yang mau menerimanya dengan baik. Tradisi juga begitu setelah beberapa lama mulai ada yang menerapkannya dan mulai menyukainya.

Beberapa saat kemuadian rasanya berubah menjadi manis, semua menyukai mangga manis ini. Tradisi yang telah matang di masyarakat tentu saja semua orang menyukainya dan tidak ada yang mampu menolaknya. Tidak ada pilihan lain selain menerimanya. Kita akan dianggap aneh jika menolaknya.

Mangga yang sudah tua akan mulai membusuk, hingga akhirnya kering dan yang tersisa hanya batunya. Tradisi-tradisi lama yang sudah usang akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Orang Tua Terhadap Anaknya

Orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Mereka begitu takut anaknya terjerumus kejalan yang salah. Oleh karena itu mereka menanamkan nilai-nilai kebenaran dan membagi segala pengalaman kepada mereka.

Orang tua telah lebih dulu melalui jalan kehidupan dan mereka tau jalan mana yang teduh dan jalan mana yang berduri. Jika jalan itu ditunjukkan kepada anak-anak mereka, tidakkah mereka akan merasakan jalan kebahagiaan?

Tidak.., jaman terus berganti begitu pula jalan-jalan itu. Ada masa dimana sebuah jalan ketika kita lewati sangat mulus tapi berlubang ketika kita lewati dilain waktu.

Jalan yang dulu membawa kebahagiaan untuk kita belum tentu membawa kebahagiaan untuk anak kita. Kita tidak bisa memaksakan jalan itu untuk mereka.

Yang terpenting bukanlah bagaimana jalan memperoleh kebahagiaan tapi lebih penting untuk mengembangkan karakter yang kuat, karena karakter yang kuat bisa menemukan jalannya sendiri, pikirkanlah itu….”

Kebahagiaan Anak

Mengisi kehidupan anak anak dengan kebahagiaan . . . bukankah itu adalah kewajiban utama bagi semua orang tua?

Semua orang di dunia ini . . . tindakan mereka akan memberi sebuah identitas dalam dunianya

Apa lagi yang lebih penting daripada memikirkan masa depan anak anak?
Tapi kebahagiaan dan keamanan mereka, bukankah itu hal yang ingin dicapai seorang manusia?

– Baik atau buruknya nilai yang telah ditanamkan oleh para orang tua
– Memadai atau tidak pelajaran yang diajarkan oleh mereka
– Inilah nilai dasar dari semua amal perbuatan

Cita cita dan pembelajaran, akan mengembangkan karakter seorang manusia
ini berarti, ada pada cara orang tua mengembangkan karakter anak anaknya

Masa depan anak akan mirip seperti apa yang telah mereka ajarkan

Namun, kebanyakan orang tua masih belum tau proses mengamankan masa depan anak anak mereka

Orang tua lupa untuk meningkatkan karakter anak anak mereka

Sehingga para orang tua yang khawatir tentang masa depan anak anak mereka, mereka tidak akan mendapat keuntungan apapun dari mereka . . . anak anak mereka tidak akan pernah bermanfaat dalam hal apapun juga

Tapi para orang tua yang tidak menghawatirkan masa depan anak anak mereka, tapi lebih memperhatikan tentang mengembangkan karakter anak anak mereka, seluruh dunia akan memuji anak anak seperti itu

Mendaki Gunung 

Kadang kadang insiden tersebut mengganggu semua rencana manusia . . . dan ada orang yang berpendapat hal tersebut adalah marabahaya hanya karena terusik ketentraman hidupnya

Tapi apakah masa depan ditentukan atas dasar rencana manusia?

TIDAK

Orang yang sedang mendaki puncak gunung tertinggi, yang awalnya berencana hanya pergi ke kaki gunung, apakah rencananya benar benar membawanya kepuncak?

BELUM TENTU

Pada kenyataannya dia sedang memanjat gunung . . . dia datang pada rintangan yang baru . . . kesulitan baru dan hambatan baru
Pada setiap langkah, ia memutuskan apa yang harus dia lakukan selanjutnya . . . dia perlu untuk mengubah rencananya di setiap langkah dan jalan berikutnya
Sebuah tempat yang telah di lalui mungkin seharusnya ditandai agar dia tidak jatuh ke jurang

Dia tidak pernah mampu untuk mengubah gunung menuruti kehendaknya . . . Dia hanya bisa beradaptasi ke gunung

Apakah ini juga terjadi pada kehidupan yang sedang baik baik saja?

Ketika seseorang berpendapat sebuah tantangan adalah salah satu hambatan besar yang ada di tengah kehidupannya . . . kemudian memutuskan menyerah dan mengakhiri banyak hal dalam kehidupan . . . maka dia tidak akan pernah sukses dalam hidupnya . . . dan tidak dapat ia mencapai semua kebahagiaan dan perdamaian

Dengan kata lain bukan dengan mencoba untuk mengubah hidup, namun mengadaptasikan diri dengan rantai situasi adalah satu satunya jalan kebahagiaan dan keberhasilan

Kehidupan atau Perjuangan 

Nama lain dari Masa Depan adalah Perjuangan

Jika keinginan hati pergi tak terpenuhi . . .
Maka hati membuat rencana untuk masa depan . . .
Dirinya terus membayangkan keinginannya terpenuhi di masa depan . . .

Tapi hidup . . .

Hidup terletak bukan di masa depan maupun di masa lalu

Hidup adalah saat ini

dengan kata lain . . .

Hidup di masa kini adalah esensi sejati dari hidup

– Tapi meskipun tau akan hal ini
– Kita tidak memahami kebenaran ini
– Kita sering membayangkan masa lalu
– Atau sering merencanakan masa depan
– Dan kehidupan . . . . . . . . . Hidup hanya berlalu

Jika kita menerima aturan utamanya, bahwa kita tidak bisa meramalkan masa depan atau membentuknya
Yang bisa kita lakukan adalah merangkul masa depan dengan kesabaran dan keberanian dan menyambutnya dengan lengan terbuka

Karena . . . tidak bisa setiap saat dalam kehidupan hanya di isi dengan perjuangan

Cinta, Hidup,  Mati

Keinginan dan ambisi leluhur, juga kemarahan mereka mengakibatkan permusuhan dan balas dendam menjadi warisan untuk generasi yang akan datang

Orang tua selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk anak anak mereka . . . .
memberikan semua kebahagiaan dunia

Tetapi akhirnya . . .
memberikan mereka memberikan anak anak mereka penderitaan sebagai kekayaan

Mereka bermaksud untuk memberi anak anak mereka cinta . . . .
tapi akhirnya mengisi anak anak mereka dengan kebencian

Apa yang harus kamu ajarkan pada anak anakmu?
Kamu harus memberi mereka cinta, pengetahuan dan kekayaan

Tetapi bukankah kamu telah mengisi hati mereka dengan kebencian juga?
Bukankah kamu telah memberikan kepada mereka, prasangka baik dan buruk?

Bukankah hubungan satu orang dengan orang lain . . . dari satu masyarakat dengan masyarakat yang lain . . . dari suatu bangsa dengan bangsa yang lain . . . bisa dihancurkan oleh prasangka ini?
Bukankah pembunuhan, kematian dan pertumpahan darah muncul dari prasangka?

Dengan kata lain . . .
Orang tua memberikan anak anak mereka hidup maupun mati
Mereka memberi anak-anak mereka cahaya cinta serta kegelapan kebencian

Dan kegelapan mungkin memang selalu ada dalam pikiran orang tua . . .

inilah kenyataan . . .

Tetapi satu satunya hasil dari itu adalah . . .

KETAKUTAN . . . HANYA KETAKUTAN

Ketakutan

Ketakutan selalu ada dalam hati manusia . . .
Terkadang rasa takut kehilangan kekayaan . . .
Terkadang rasa takut penghinaan . . .
Kadang kadang, takut dipisahkan dengan orang yang dicintai . . .

Karenanya , adanya ketakutan tampak normal untuk semua

Apakah kamu pernah berpikir?
Apakah itu siatuasi atau benda yang menyebabkan rasa takut?
Juga darimana asal kesedihan?

TIDAK

Tidak ada yang memikirkan itu

Pengalaman semua orang, sebenarnya dapat memberitahu . . .
“Yang merasa takut tidak memecahkan masalah di masa depan, ketakutannya hanyalah imajinasi dari kesedihan yang akan datang, tidak memiliki hubungan dengan kenyataan apapun”

Meskipun mengetahui bahwa takut tidak lain hanyalah imajinasi . . .
bukankah sulit untuk bebas darinya dan hidup tanpa rasa takut?

Kelemahan, Batas Pikiran

Di dunia ini setiap orang meiliki beberapa kelemahan . . .

Sebagai contoh, seseorang tidak dapat berjalan sangat cepat . . .
Sementara yang lain tidak bisa mengangkat beban berat . . .
Sementara itu ada yang menderita penyait yang ganas . . .
Atau ada yang tidak dapat mengingat hal hal yang telah dipelajari . . .

Ada banyak contoh seperti itu

Apakah kamu tahu seseorang yang memiliki segalanya?

Dari kelemahan tunggal kita, dianggap pusat guncangan dari kehidupan kita, yang melahirkan kesedihan dan ketidakpuasan dalam hati

Kelemahan adalah sebuah cacat bawaan yang diberikan oleh nasib

Tetapi kelemahan dalam pikiran seseorang, diasumsikan BATAS . . . tidak dapat dilewati

Tapi ada beberapa orang yang sanggup kerja keras mengalahkan kelemahan mereka

Apa perbedaan antara orang orang seperti itu dengan yang lain?
Apakah kau pernah berpikir tentang hal itu?
Ada sebuah jawaban yang sangat sederhana untuk itu

Seseorang yang tidak membiarkan kelemahannya mengalahkannya, yang yakin dengan kemampuannya, yang mampu bergerak melewati kelemahannya

Dengan kata lain, Allah mungkin memberikan satu kelemahan
tapi batas . . . batas hanya ditentukan oleh pikiran dan keyakinan

Harapan, Konflik

Yang menghubungkan semua manusia adalah harapanSemua orang berharap memiliki . . .
Seorang suami yang bisa mengisi hidup dengan kebahagiaan dan kesejahteraan . . .
Atau seorang istri yang selalu berdediikasi dan setia . . .
Anak anak yang selalu menurut dan patuh . . .

Manusia . . . individu bisanya mencintai orang yang memenuhi harapan

Tapi harapan terkadang ditakdirkan menjadi patah

Mengapa harapan bisa patah?

“Karena setiap harapan berasal dari pikiran manusia”

Ironinya . . .
Tidak seorang pun yang mau belajar mengenai harapan orang lain, terlepas dari semua niat untuk memenuhinya . . .
Ketika tidak seorang pun pernah dapat memnuhi harapan orang lain . . . itu adalah akar KONFLIK
Semua hubungan berubah menjadi konflik . . .

Namun jika manusia berhenti membangun hubungan mereka berdasarkan harapan
menerima hubungan apa adanya . . . bukankah hidup ini akan menjadi penuh . . . . kedamaian dan kebahagiaan?

Keputusan

Setiap saat dalam kehidupan adalah saat pengambilan keputusan

Pada setiap langkah kita harus memutuskan tentang langkah berikutnya . . . karenanya daun keputusan terkesan abadi

Keputusan yang diambil di masa kini membawa kebahagiaan atau kesedihan di masa depan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk keluarga seseorang dan generasi masa depan juga

Ketika seseorang dihadapkan dengan dilema, jantung menjadi bingung dan diisi dengan keragu raguan

Saat pengambilan keputusan menjadi pertempuran dan jantung menjadi medan perang

Sebagian besar dari kita mengambil keputusan bukan untuk mencari solusi untuk masalah melainkan untuk menenangkan hati seseorang

Tapi pantaskah seseorang makan sambil berjalan? TIDAK
Kemudian, bila hati dalam keadaan perang, bisakah mengambil keputusan yang benar?

Pada kenyataannya ketika seseorang mengambil keputusan dengan pikiran tenang . . . ia memastikan senang di masa depan untuk dirinya sendiri

Tapi ketika seseorang mengambil keputusan untuk menenangkan hatinya . . . itu selalu akan menyebabkan rasa sakit dan penderitaan di masa depan

Pikirkanlah Itu…”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here