Home Video Kemanakah Aswatama? Apakah Dia Masih Hidup Sekarang?

Kemanakah Aswatama? Apakah Dia Masih Hidup Sekarang?

9
0

Kemanakah Aswatama? Apakah Dia Masih Hidup Sekarang?

Dalam wiracarita Mahabharata, Aswatama (Sanskerta: अश्वत्थामा, Aśvatthāmā) atau Ashwatthaman (Sanskerta: अश्वत्थामन्, Aśvatthāman) yaitu putra Drona dengan Krepi. Sebagai putra tunggal, Drona sangat menyayanginya. Beliau juga yaitu salah satu dari tujuh Ciranjiwin, karena dikutuk untuk hidup selamanya tanpa memiliki rasa cinta. Saat perang di Kurukshetra akhir-akhirnya, hanya beliau bersama Kertawarma dan Krepa yang bertahan hidup. Oleh karena dipenuhi dendam atas kematian ayahnya, beliau menyerbu kemah Pandawa saat tengah malam dan memberlakukan pembantaian membabi buta.

Kemunculan tokoh Aswatama jarang lahir dalam kitab Mahabharata. Ceritanya yang terkenal yaitu pembunuhan terhadap lima putera Pandawa dan janin yang dikandung oleh Utari, istri Abimanyu. Janin tersebut berhasil dilahirkan hidup kembali oleh Kresna, namun lima putera Pandawa tidak terselamatkan nyawanya.

Setelah Aswatama mengarahkan Brahmastra menuju perut Utari yang sedang mengandung, senjata itu berhasil membakar janin Utari, namun Kresna menghidupkannya lagi dan mengutuk Aswatama agar menderita kusta dan mengembara di bumi selama 6.000 tahun sebagai orang buangan tanpa rasa kasih sayang. Dalam versi lain, dipercaya bahwa ia dikutuk Kresna agar terus hidup sampai akhir zaman Kaliyuga. Legenda mengatakan bahwa Aswatama pergi mengembara ke daerah yang sekarang dikenal sebagai semenanjung Arab. Ada juga legenda yang mengatakan bahwa Aswatama masih mengembara di dunia dalam wujud badai dan angin topan. Sebuah benteng kuno di dekat Burhanpur, India, yang dikenal dengan Asirgarh memiliki kuil Siwa di puncaknya. Konon setiap subuh, Aswatama mengunjungi kuil tersebut untuk mempersembahkan bunga mawar merah. Masyarakat yang tinggal di sekitar benteng mencoba untuk menyaksikannya namun tidak pernah berhasil. Konon orang yang bisa menyaksikannya akan menjadi buta atau kehilangan suaranya. Di Gujarat, India, ada Taman Nasional Hutan Gir yang dipercaya sebagai tempat Aswatama mengembara dan konon ia masih hidup di sana sebagai seorang Chiranjiwin.

Menurut legenda, Aswatama menyerahkan batu permata berharga (Mani) yang terletak di dahinya, yaitu permata yang membuatnya tidak takut terhadap segala senjata, penyakit, atau rasa lapar, dan membuatnya tak takut terhadap para Dewa, danawa, dan naga. Setelah permatanya dilepaskan, keluar darah berbau tak sedap yang tidak akan pernah berhenti mengalir sampai akhir zaman Kaliyuga.

source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here