Kenapa Bali Lebih Terkenal Dari Indonesia? Ini Sejarahnya

136
0

Bali merupakan destinasi wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan nusantara dan mancanegara. Lantas, hal apa saja yang membuat pulau dewata begitu populer di mata para wisatawan?

Melansir Travel Savvy, Bali sangat populer di kalangan pelancong domestik lantaran sebagian besar penduduk pulau seribu pura ini beragama Hindu. Sementara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Baca juga Kenapa Pulau Bali disebut dengan Nama Bali

Karena itu, Bali begitu berbeda, dengan banyak pura yang dapat wisatawan temui dengan mudahnya di pulau tersebut.

Selain itu, budaya tradisional Bali masih begitu kuat mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Sehingga, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan lokal.

Di kalangan turis asing, Bali terkenal karena pesona keindahan alamnya yang memang tiada duanya. Itu sebabnya, wisatawan mancanegara rela terbang ke Bali demi mendapatkan pesona alam yang tidak ada di negara asalnya.

Sejarah Kenapa Bali Lebih Terkenal Daripada Indonesia

Berikut sejarah kenapa bali lebih terkenal daripada Indonesia.

Pulau di sebelah timur pulau Jawa ini sudah diberi nama “Bali” sejak tahun 914 Masehi. Hal ini diketahui dan dibuktikan oleh prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa. Jadi, nama pulau Bali sudah ada jauh sebelum nama Indonesia muncul.

Baca juga Masa Prasejarah di Bali

Pemerintah kolonial Belanda mulai mempromosikan pulau Bali sebagai tujuan wisata pada tahun 1920 hingga 1930. Kebetulan juga zaman itu disebut oleh bangsa Barat sebagai Masa Keemasan Pariwisata Golden eg of Travel.

Pulau Bali merupakan salah satu wilayah terakhir di Hindia Timur yang takluk kepada pemerintah kolonial Belanda. Pada awalnya, Belanda memandang Bali dan penduduknya sebagai daerah yang tidak beradab. Sejarawan Adrian Vickers menjelaskan pandangan awal terhadap Bali dalam buku yang berjudul, Bali: A Paradise Created (2013), menyebutkan,

Bali di abad ke-19 gagal untuk mempesona, dan sebenarnya secara positif mengancam. Seperti yang dikatakan seorang pengunjung asal Belanda: “Orang Bali adalah orang yang ganas, bengis, durhaka, dan suka berperang, enggan melakukan pekerjaan apa pun, sehingga mereka tidak menyukai pertanian. Mereka juga sangat miskin, dan hanya hidup dari beras yang disediakan oleh pulau Lombok yang subur.” Banyak komentator pada masa itu menganggap orang Bali berbahaya, mudah mengamuk dan menganut praktik biadab seperti membakar janda. Orang-orang di abad ke-19 menulis tentang Bali sebagai bagian dari sebuah wilayah di dunia di mana penduduk aslinya malas, tingkat peradaban lebih rendah daripada orang Eropa, dan bentuk pemerintahan sama sekali tidak memadai. Tujuannya adalah, tentu saja, untuk membawa pemerintahan yang pantas ke pulau itu dalam bentuk kolonisasi khas Eropa.

Seperti kutipan pada buku Bali, A Paradise Created tersebut, banyak sentimen negatif yang diberikan kepada pulau Bali. Tentu saja tujuan dari perkataan kementator pada buku tersebut adalah untuk membawa pemerintahan yang pantas ke Bali seperti pemerintahan kolonisasi eropa. Hal ini juga bertujuan untuk mengganti kebudayaan Bali seperti kebudayaan kolonisasi khas eropa.

Namun setelah Belanda menaklukkan Bali pada tahun 1908, mereka baru mulai menghargai kebudayaan Bali dan kehidupan sederhana para orang pedesaan. Demi menghapus ingatan masyarakat akan penumpasan perlawanan setempat di Bali, pemerintah kolonial Belanda mulai menggambarkan Bali sebagai pulau surga yang dilupakan oleh perjalanan waktu dan mempromosikannya sebagai tujuan wisata.

Setelah berakhirnya Perang Dunia Pertama, banyak penulis, seniman, dan turis lainnya yang datang dari Eropa untuk mencari keadaan sentosa. Beberapa pengunjung yang terkenal adalah Miguel Covarrubias yang merupakan seorang pelukis asal Meksiko, penulis asal Austria Vicki Baum, pelukis asal Jerman Walter Spies, pelukis asal Belanda Rudolf Bonnet , penyair asal India Rabindranath Tagore , dan lain-lain. Oleh sebab itu, gambaran tentang Bali masuk ke dalam imajinasi banyak orang di seluruh dunia.

Pesona pulau kecil ini memang sudah terkenal sejak lama. Berkat karya dari Margaret Mead-Gregory Bateston, Miguel Covarrubias Walter Spies, dan Collin PcPhee yang dipublikasikan 1930 lalu, keindahan pulau ini semakin terkenal di kancah dunia. Jadi, tidak heran jika saat ini Bali lebih dikenal dunia daripada Indonesia sebagai negaranya. Memang kepopuleran pulau yang berbentuk seperti ayam ini sudah dikenal dunia sejak Indonesia belum merdeka.

Citra Bali sebagai tujuan wisata juga mulai muncul sekitar tahun 1930. Hal itu juga bisa dilihat dalam film Amerika Serikat tahun 1958, berjudul, South Pacific (Pasifik Selatan). Di dalam film tersebut, seluruh klise-klise tentang kehidupan di pulau-pulau lautan selatan, digabung menjadi pulau fiktif yang dinamakan “Bali Ha’i”.

Bagi rakyat Indonesia, terkenalnya nama Bali di mata dunia menjadi suatu kebanggaan. Perdana menteri India, Jawa harlal Nehru, memberi julukan “Fajar Dunia” (“Morning of the World”) kepada Bali pada tahun 1950. Presiden Soekarno termotivasi membangun Istana Tampaksiring sebagai istana kepresidenan dan sering mengunjungi tempat tersebut. Presiden Sukarno juga mengadakan pentas hiburan kesenian daerah bali.

Pada masa pemerintahan Orde Baru, pulau Bali juga menjadi pusat dari strategi peningkatan aktivitas pariwisata di Indonesia. Semua kegiatan ini menjadikan nama Bali semakin terkenal di mata dunia.

#Sejarah #Bali #SejarahBali #KenapaBali #MengapaBali

Tonton juga Kenapa Pulau Bali Diberi Nama Bali? Asal Usul Nama Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here