Kera Putih Dipercaya Titisan Hanoman Terlihat di Uluwatu Bali

125
0

Ajeg.orgKera Putih Dipercaya Titisan Hanoman Terlihat di Uluwatu Bali. Beberapa waktu lalu, masyarakat bali dihebohkan dengan kemunculan kera putih yang viral di media sosial. Kera putih ini terlihat oleh warga masyarakat berada di seputaran daerah uluwatu, Desa Pecatu, Kabupaten Badung.

Kemunculan kera putih ini terlihat pada kamis sore, pada bulan agustus 2021 lalu, menghebohkan warga Bali. Kejadian langka tersebut terekam oleh kamera warga sehingga viral di media sosial.

Dalam video yang viral tersebut, tampak kera putih berjalan di jalan beraspal bersama dengan kawanan kera lainnya.

Masyarakat bali percaya bahwa kera putih atau yang sering disebut dengan Wanara Petak atau Bojog Putih itu dianggap sakral karena merupakan titisan dari Hanoman.

Menurut keyakinan Agama Hindu, Hanoman merupakan awatara dari dewa Siwa.

Hanuman adalah seekor Wanara, manusia kera pendamping Sri Rama. Hanuman adalah salah satu tokoh sentral dalam epos Hindu Ramayana. Dia adalah pemuja Rama yang bersemangat dan salah satu chiranjiwi, seorang manusia abadi. Hanuman juga putra dewa angin Vayu, yang dalam beberapa cerita berperan langsung dalam kelahiran Hanuman. Hanuman disebutkan dalam beberapa teks lain, seperti epos Mahabharata dan berbagai Purana.

Hanoman, adalah salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putra Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, tetapi dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar jaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.

Hanoman lahir pada masa atau zaman Tretayuga sebagai putra Anjani, seekor wanara wanita. Dahulu Anjani sebetulnya merupakan bidadari, bernama Punjikastala. Namun karena suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai wanara wanita. Kutukan tersebut bisa berakhir apabila ia melahirkan seorang putra yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor wanara perkasa. Bersama dengan Kesari, Anjani melakukan tapa ke hadapan Siwa agar Siwa bersedia menjelma sebagi putra mereka. Karena Siwa terkesan dengan pemujaan yang dilakukan oleh Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan mereka dengan turun ke dunia sebagai Hanoman.

Salah satu versi menceritakan bahwa ketika Anjani bertapa memuja Siwa, di tempat lain, Raja Dasarata melakukan Putrakama Yadnya untuk memperoleh keturunan. Hasilnya, ia menerima beberapa makanan untuk dibagikan kepada tiga istrinya, yang di kemudian hari melahirkan Rama, Laksmana, Bharata dan Satrugna. Atas kehendak dewata, seekor burung merenggut sepotong makanan tersebut, dan menjatuhkannya di atas hutan di mana Anjani sedang bertapa. Dewa Bayu, Sang dewa angin, mengantarkan makanan tersebut agar jatuh di tangan Anjani. Anjani memakan makanan tersebut, lalu lahirlah Hanoman.

Salah satu versi mengatakan bahwa Hanoman lahir secara tidak sengaja karena hubungan antara Bayu dan Anjani. Diceritakan bahwa pada suatu hari, Dewa Bayu melihat kecantikan Anjani, kemudian ia memeluknya. Anjani marah karena merasa dilecehkan. Namun Dewa Bayu menjawab bahwa Anjani tidak akan ternoda oleh sentuhan Bayu. Ia memeluk Anjani bukan di badannya, tetapi di dalam hatinya. Bayu juga berkata bahwa kelak Anjani akan melahirkan seorang putra yang kekuatannya setara dengan Bayu dan paling cerdas di antara para wanara.

Sebagai putra Anjani, Hanoman dipanggil Anjaneya, yang secara harfiah berarti “lahir dari Anjani” atau “putra Anjani”.

Tonton juga 10 Fakta Ramayana Tak Banyak Orang Tahu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here