Makna “Om Swastyastu”, Salam Umat Hindu

176
0

Ajeg.orgMakna “Om Swastyastu, Salam Umat Hindu. Mungkin kita semua sudah pernah mendengar salam umat Hindu yaitu “Om Swastyastu”. Salam ini sering kita dengar dan diucapkan pada saat berbagai acara, baik itu resmi maupun tidak resmi. Salam ini juga diucapkan oleh umat hindu pada saat bertemu dan memberi salam kepada sesama. (Baca juga Dewata Nawa Sanga, 9 Dewa Pelindung Pulau Bali)

Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui makna dan arti serta tujuan dari salam Om Swastyastu, dapat menyimak tulisan berikut ini ini.

Ketika mengucapkan Panganjali Om Swastyastu ini, kedua tangan dicakupkan di depan dada dengan ujung jari merapat, menjulur lembut ke atas. Jika keadaan tidak memungkinkan, sikap ini boleh tidak dilakukan. Suatu hal yang penting adalah ucapan atau Sudha Wakya “Om Swastyastu” diucapkan dengan hati yang tulus. Mereka yang menerima salam Om Swastyastu itu semestinya pula memberikan salam jawaban dengan ucapan maharasa OM SWASTYASTU pula, dengan sikap Panganjali menjadi kesatuan lambang keakraban yang direstui oleh Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa. (Baca juga Makna Tersembunyi dari Garuda dan Ananta Sesa Dari Dewa Wisnu)

Makna salam maharasa Om Swastyastu yaitu “OM” artinya Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, “SU” artinya baik, “ASTI” artinya ada, dan “ASTU artinya semoga. jadi, keseluruhannya berarti Semoga selamat atas waranugraha Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa. Saling mendoakan satu sama lain, semoga pertemuan yang ada dan terjadi selalu dikaruniai oleh Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa.

Orang-orang India mengucapkan panganjali dengan ucapan Namas T, Namaskar. Atau, dalam pergaulan mereka yang mempelajari bahasa Sanskerta, mereka mengucapkan Namo Namah atau Namaskaromi. Di Thailand, orang-orang mengucapkan salam Sawaadi kaa atau Sawaadi kap. Sawaadi berasal dari kata Sanskerta Swasti. (Baca juga 30 Ramalan Jayabaya Yang Akan Terjadi)

Swasti wacana atau Mangalacarana yang biasanya dilakukan sebelum memulai suatu pekerjaan, diskusi, seminar, pertemuan atau upacara-upacara keagamaan, secara literatur, kita dapat melihatnya dalam banyak kitab suci. Kutipan Rig weda berikut ini merupakan panganjali Swasti astu bertujuan untuk lebih mendekatkan umat satu sama lain.

Svasti panthamanucarema
surya-candramasaviva
Punardaddtaghnata janata sa gamemahi
(RgVeda 5.51.15)

Kutipan Rig Weda ini memiliki arti, Semoga kita berjalan di dalam jalan yang mensejahterakan, sebagaimana matahari dan rembulan bergerak, dan semoga kami bergaul dengan orang-orang yang bisa diajak tukar-menukar kasih dan saling memahami satu sama lain.

Di setiap Ashrama dan Gurukula yang ada di India, mereka selalu memulai acaranya dengan mengucapkan mantra Rig weda “Om Svasti na indro“. Terkadang sambil mereka menaburkan bunga-bunga serba harum yang diperciki air mawar. (Baca juga Kenapa Bali Lebih Terkenal Dari Indonesia? Ini Sejarahnya)

Mantra ini terdapat dalam Rig weda, Mandala 1, Sukta 89, Mantra 6, diturunkan melalui Maharesi Gautama, dan ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam wujud Wishwadewa (seluruh Dewa dan dewi).

Pada kitab Bhagavata Purana, Canto 5, bab 18, sloka 9, menyebutkan,

svasty astu viśvasya khalaḥ prasīdatāṁ
dhyāyantu bhūtāni śivaṁ mitho dhiyā
manaś ca bhadraṁ bhajatād adhokṣaje
āveśyatāṁ no matir apy ahaitukī

Yang memiliki arti, “Semoga seluruh alam semesta diberkati dengan kedamaian dan harapan. Semoga semua orang yang didorong oleh rasa iri dan permusuhan menjadi tenang dan berdamai. Semoga semua makhluk hidup mengembangkan kepedulian abadi untuk kesejahteraan orang lain. Semoga hati dan pikiran kita sendiri dipenuhi dengan kemurnian dan ketenangan. Semoga semua berkah ini mengalir secara alami dari berkah tertinggi ini. Semoga perhatian kita secara spontan terserap dalam kegembiraan cinta murni kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Selain mendoakan orang yang diberikan salam Panganjali supaya hidupya selalu berada dalam keadaan baik, damai, sejahtera dan slamet rahayu, Om Swastyastu dapat diucapkan dengan sikap Namas karanjali, Kritanjali dengan cara mencakupkan kedua tangan di depan dada), Mastakanjali dengan cara bersimpuh bersujud dengan dahi menyentuh tanah atau Ibu Pertiwi, dan dengan Sastanga atau Dandawata yaitu bersujud tengkurap di atas tanah). Mastakanjali, Sastanga, dan Dandawat dilakukan hanya di hadapan Tuhan dan Guru spiritual yang bersangkutan. (Baca juga Kenapa Pulau Bali disebut dengan Nama Bali)

Om Swastyastu kalau dimaknai dengan sungguh-sungguh akan membawa umat harmonis dengan dirinya sendiri sebagai makhluk individu dan harmonis dengan sesamanya sebagai makhluk sosial. Pengucapan Om dengan sikap batin berdoa akan menguatkan eksistensi Atman sebagai Sang Jiwa menguasai eksistensi kesadaran Budhi dan kecerdasan intelektual mengendalikan kepekaan emosional. Hal ini berarti manusia sebagai makhluk sosial tidak hanya sekedar bersatu atau bersahabat semata, akan tetapi bersatu dan bersahabat untuk membangun kehidupan bersama berdasarkan Dharma. Dalam mengucapkan Om Swastyastu, yang utama adalah ekspresi jiwa dimulai dari gerakan tubuh, bahasa hati yang suci dan tersenyum.

Tonton juga 9 Dewa Pelindung Pulau Bali. Dewata Nawa Sanga

Recent search terms:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here