Peta Dunia Pertama Berdasarkan Epik Mahabharata

234
0

AjegRabbit and Peepals Leafs. Peta Dunia Pertama Berdasarkan Epik Mahabharata. Mungkin banyak orang akan bertanya bagaimana rupa bumi pada saat terjadinya Mahabharata? Apakah ada peta dunia yang menggambarkan rupa bumi yang kita tinggali? Apakah jaman Mahabharata sudah ada Peta? Apakah Peta jaman Mahabharata sama dengan Peta Modern saat ini? (Baca juga Fakta dan Sejarah Agama Hindu)

Pada saat Mahabharata terjadi tidak ada satelit yang selalu mengelilingi bumi untuk merekam berbagai hal yang ada di bumi.

Kita akan melihat peta dunia pertama seperti yang disebutkan dalam kitab Mahabharata. Epik Sanskerta bersejarah Mahabharata ditulis dalam bentuk tertulis oleh MahaRishi Veda Vyasa 5000 tahun yang lalu. Veda Vyasa adalah salah satu resi utama yang memberikan kontribusi besar bagi peradaban Veda. (Baca juga Dashavatara 10 Awatara Wisnu)

Di Mahabharata, dijelaskan bagaimana Maharishi Veda Vyasa memberikan visi atau pengelihatan ketuhanan (divya drishti) kepada Sanjaya yang merupakan sais untuk raja Dhritarashtra sehingga ia dapat menggambarkan peristiwa mendetail tentang perang Mahabharata. Sebelum percakapan mengenai perang Kurukshetra dimulai, maharaja Dhritarashtra meminta Sanjaya untuk menggambarkan bagaimana dunia terlihat dari luar angkasa.

Penggambaran Peta Dunia Menurut Mahabharata

Dalam epik besar Sanskerta Mahabharata, Bhishma Parva (Buku 5), Jamvu-khanda Nirvana Parva (Bab 6), ayat 15 & 16, memberikan gambaran tentang dunia yang disebut Sudarshana. (Baca juga 7 Kutukan Paling Paling dalam Itihasa dan Purana)

Beginilah cara Sanjaya menggambarkan wajah atau peta dunia yang dia lihat kepada Maharaja Dhritarashtra:

यथा च पुरुषः पश्येद आदर्शे मुखम आत्मनः
yathā ca puruṣaḥ paśyed ādarśe mukham ātmanaḥ
Sama seperti seorang pria melihat pantulan wajahnya di cermin,

एवं सुदर्शन दवीपॊ दृश्यते चन्द्रमण्डले
evaṃ sudarśana dvīpo dṛśyate candramaṇḍale
Demikian pula, pantulan Sudarshan (bumi) terlihat di rumah bulan (alam semesta).

दविर अंशे पिप्पलस तत्र दविर अंशे च शशॊ महान
dvir aṃśe pippalas tatra dvir aṃśe ca śaśo mahān
Di dua bagian Sudarshan terdapat daun Peepal (ara), dan dua bagian memiliki kelinci raksasa.

सर्वौषधिसमावापैः सर्वतः परिवृंहितः
sarvauṣadhisamāvāpaiḥ sarvataḥ parivṛṃhitaḥ
Daratan ditutupi tanaman obat dan tumbuhan;

आपस ततॊ ऽनया विज्ञेया एष संक्षेप उच्यते
āpas tato ‘nyā vijñeyā eṣa saṃkṣepa ucyate
Segala sesuatu selain dari daratan ini tertutup air.

Jika kita telaah dari kutipan sloka diatas, Wajah bumi jika dilihat dari atas akan terdapat dua bagian yang signifikan yaitu bagian yang terlihat seperti daun Peepal (daun ara) dan bagian yang terlihat seperti kelinci.

Penggambaran Peta Dunia

Beberapa ahli mengatakan bahwa Sri Ramanuja (1017–1137 M), seorang teolog Hindu, filsuf, dan salah satu eksponen terpenting dari tradisi Sri Waisnavisme dalam Hinduisme, menggambar peta bumi ini berdasarkan ayat-ayat yang sama dari Mahabharata. (Baca juga Brahma Sang Pencipta, 7 Awatara Dewa Brahma)

Beberapa ahli lain menolak klaim yang menyatakan Sri Ramanuja yang membuat peta. Ahli ini menyatakan bahwa peta bumi ini dibuat oleh Sriman Thiruvenkata Ramanuja Jeeyar (1806-1877).

Tetapi hingga sekarang ‘Peta dunia pertama’ ini tidak lain dikaitkan dengan Sri Ramanuja, Orang Suci India yang besar yang mempraktikkan humanisme Vedantik.

Bertahun-tahun yang lalu Sri Ramanuja telah menerjemahkan ayat dari Mahabharata dan mencerahkan dunia tentang hal yang sama. Dia menganalisis ayat-ayat itu secara detail, kemudian membuat gambar dan kemudian membuat peta. Orang-orang menertawakan hasil gambar tersebut, karena tidak ada yang memahaminya dan menganggapnya sebagai lelucon. Tapi, ayat-ayat itu dianalisis secara menyeluruh dan sepertinya benar.

Gambar Peta oleh Ramanujacharya
Rabbit and Peepal leafs. Gambar Peta oleh Ramanujacharya

Anda bisa melihat daun Kelinci dan daun Peepal (daun ara). Gambar terlihat seolah-oleh seekor kelinci sedang menatap daun Peepal seakan ingin menyantapnya.

Daun Peepal
Daun Peepal

Ini adalah gambar daun peepal atau pohon ara, seperti yang diucapkan oleh Sanjaya kepada Raja Dhritarashtra.

Selama bertahun-tahun banyak yang tidak dapat memahami peta ini dan menjadikannya lelucon dibandingkan dengan peta dunia modern yang terlihat seperti di bawah ini.

World Map (Peta Dunia) Modern
World Map (Peta Dunia) Modern Foto oleh Bensik Imeri dari FreeImages

Setelah Anda membalik peta yang dirancang asli, Anda dapat melihat kecocokan yang mirip dengan peta dunia saat ini.

Rabbit and Peepal leafs setelah dibalik 180 derajat
Rabbit and Peepal leafs setelah dibalik 180 derajat

Perbandingan yang dekat dengan peta saat ini, kami mendapatkan kecocokan yang sangat dekat.

Rabbit and Peepal leafs dengan nama benua
Rabbit and Peepal leafs dengan nama benua

Perbedaan kecil mungkin terjadi dalam 5000 tahun terakhir karena pergeseran tektonik dan bencana alam.

Sungguh menakjubkan bagaimana dua daun pohon ara dan seekor kelinci raksasa dapat benar-benar mendefinisikan planet ini 5000 tahun yang lalu ketika tidak ada teknologi modern seperti yang kita miliki saat ini.

Para resi dan orang bijak dari periode Weda adalah ilmuwan sejati pada zaman mereka dan mereka telah menuliskan banyak kebijaksanaan di sana dalam kitab suci untuk kemajuan dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here