Home Video Pura Suranadi Lombok Nusa Tenggara Barat

Pura Suranadi Lombok Nusa Tenggara Barat

9
0

Tak hanya di Pulau Bali saja, Anda pastinya bisa dengan mudah menemukan pura di Pulau Lombok. Pura-pura di Lombok mayoritas dibangun pada abad ke-18. Setiap pura memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda-beda. Jika Anda berkunjung ke Pura Suranadi, Anda akan menemukan karakteristik pura ini. yaitu lima pancuran suci. Kelima pancuran ini bersumber dari gunung Rinjani. Dari kelima pancuran tersebut pura ini memiliki julukan “Pura Panca Tirta”.

Kawasan Wisata Pura Suranadi LombokKelima pancuran suci ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, yang dalam bahasa Sasak disebut “Ngentas Male”. Masyarakat Hindu percaya bahwa setelah berdoa, kemudian menyucikan diri dengan air dari kelima pancuran tersebut, maka mereka akan mendapatkan kehidupan yang baru atau “Suranadi”.

Menurut legenda, pancuran suci ini berhubungan dengan seorang penyebar agama Hindu dari India yang bernama Dang Hyang Nirlata. Ia menyebarkan ajaran Hindu mulai dari Jawa, Bali, dan kemudian ke Lombok hanya dengan berjalan kaki. Ia selalu membawa sebuah tongkat. Saat mencapai Lombok, ia dan rombongannya sampai ke kawasan Suranadi. Di kawasan ini mereka beristirahat empat kali. Dan setiap beristirahat, Dang Hyang Nirlata menancapkan tongkatnya ke tanah dan keluarlah air yang bersih. Demikian empat dari lima pancuran tercipta.

Pancuran yang pertama disebut “air suci pembersih”. Yang kedua disebut “air suci pengentas”. Yang ketiga disebut “air suci pelukatan”, dan yang keempat disebut “air suci petirta”. Untuk mengingat jasa Dang Hyang Nirlata, umat Hindu di Pulau Lombok bagian Barat mengadakan upacara setiap bulan purnama Sasih Kapat (sekitar bulan Oktober dan November).

Memasuki area Pura Suranadi, Anda akan menemui tiga area yang terbagi. Yaitu Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala. Utama Mandala merupakan tempat yang paling suci, karena di pura inilah umat Hindu memanjatkan doa. Tidak semua orang boleh masuk ke Utama Mandala. Sedangkan dua tempat yang lain digunakan untuk aktivitas selain berdoa. Uniknya, Nista Mandala dan Madya Mandala letaknya dipisahkan oleh Jalan Wisata Suranadi.

Setelah “membersihkan diri” di Pura Suranadi, Anda bisa mengunjungi Taman Pemandian Suranadi yang berada di sebelah Selatan pura. Air di kolam utamanya berasal dari mata air. Jika Anda ingin merasakan kesegaran di bawah pancuran, Anda bisa menuju ke Pancuran Sembilan. Pacuran Sembilan ini mengalir dari sungai kecil yang berada di sebelah Barat taman.

Tak jauh dari Pura Suranadi, sekitar 100 Meter, Anda bisa menikmari pemandangan alam dan udaranya yang sejuk nan segar di Taman Wisata Alam Suranadi. Udara di tempat ini sangat sejuk. Karena hutan yang mengelilingi taman wisata alam ini masih terlindung dan terawat dengan baik. Di dalam Taman Wisata Alam Suranadi, Anda tak hanya menemui pepohonan bersar dan rimbun saja. Sesekali Anda akan menemukan tanaman langka, dan juga satwa-satwa liar seperti kijang, kera, dan berbagai macam burung.

Sebelum Anda meninggalkan tempat wisata Pura Suranadi Lombok, pastikan Anda untuk mencoba sate bulayak yang lezat. Anda bisa menemukannya di kawasan parkir pura. Di sana terdapat beberapa pedagang sate bulayak. Sate bulayak merupakan masakan tradisional khas Pulau Lombok. Untuk mencapai pura ini, Anda dapat mengambil rute Mataram-Bertais-Narmada-Suranadi. Berjarak sekitar 17 Km dari Kota Mataram dan dapat dicapai dengan waktu sekitar 45 menit berkendara.

https://hinduindonesia.id/
https://hinduindonesia.co.id/

source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here